Bukan Sekadar Kegiatan Buang Uang, Traveling Juga Mampu Membuka Pikiran

Kalau kamu salah satu orang yang beranggapan traveling hanya buang-buang waktu dan uang, sebaiknya pikir lagi deh. Penulis Inggris, Mark Twain, pernah menulis, “Travel is fatal to prejudice, bigotry, and narrow-mindedness, and many of our people need it sorely on these accounts.”

Artinya kira-kira, kegiatan traveling membahayakan prasangka buruk, fanatisme, serta pandangan sempit. Hal-hal tersebut bisa luruh berganti dengan pandangan yang lebih toleran dan luwes.

Kok bisa seperti itu? Jawabannya kira-kira seperti ini.

 

1. Sewaktu traveling kita bersentuhan dengan budaya lain

traveling mampu membuka pikiran
Melakukan tarian atau kesenian yang seru yang tidak ada di daerah asal via planetexpat.org

Kemana pun tujuannya, sewaktu traveling kita pasti akan bersentuhan dengan budaya atau adat atau kebiasaan yang bisa jadi berbeda dengan yang kita praktikkan di daerah asal. Perbedaan itu memberikan pengalaman baru, sekaligus bikin kita sadar bahwa justru perbedaan tersebut yang membuat hidup jadi lebih menarik.

Coba bayangkan yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika pergi ke suatu destinasi, kamu menemukan makanan, cara berpakaian, bahasa, sampai arsitektur tempatnya sama dengan tempat asalmu. Kamu pasti menyesal buat apa jauh-jauh ke sana.

 

2. Traveling memampukan kita bertemu banyak orang baru

traveling mampu membuka pikiran
Bisa bertemu orang baru via blogforbusinessonline.com

Selama traveling, kita pasti akan bertemu banyak orang baru dengan pemikiran dan pengalaman yang berbeda-beda. Selain bikin pengalaman traveling kita tambah seru, cerita-cerita mereka bisa memberi kita banyak pelajaran.

Salah satu pelajaran yang bisa kita dapatkan adalah semua manusia, apapun ras, agama, jenis kelamin, suku, kebangsaan, usia, pekerjaan, pasti memiliki masalah dan impiannya masing-masing. Kita begitu berbeda, tapi di sisi lain begitu sama.

 

3. Traveling bikin kita tahu keadaan yang sebenarnya di suatu daerah

traveling mampu membuka pikiran
Perbanyak ngobrol dengan penduduk setempat via clubofmozambique.com

Kalau menurut TV, internet, atau omongan dari mulut ke mulut katanya penduduk daerah A itu kasar dan bengis. Apakah benar semuanya seperti itu? Untuk mendapatkan pengalaman yang nyata kamu bisa traveling langsung ke sana dan mengalami sendiri berinteraksi dengan penduduk setempat.

Dari hasil banyak ngobrol, bisa jadi kamu akan sampai pada kesimpulan bahwa mereka sama seperti kamu, manusia juga. Mereka enggak cuma bisa marah-marah kok. Mereka juga bisa ramah.

 

4. Banyak bertemu orang baru, banyak mendapat pemikiran baru

traveling mampu membuka pikiran
Mempraktikkan adat dan kebiasaan baru via travelcorporationasia.com

Ketika traveling kita akan mengalami bahwa tiap daerah, mau itu di Indonesia ataupun di negara-negara lain di dunia, punya falsafah hidup masing-masing. Falsafah tersebut dapat menjadi sumber inspirasi berperilaku yang bisa kita bawa ke daerah tempat kita tinggal.

Misalnya, kamu berkunjung ke tempat yang penduduknya menjunjung tinggi kebersihan. Enggak ada salahnya menyerap kebiasaan hidup mereka. Ketika pulang, tularkan kebiasaan tersebut ke orang-orang sekitar kita.

 

5. Traveling mengingatkan kita untuk rendah hati

traveling mampu membuka pikiran
Kita hanyalah satu dari miliaran manusia di dunia via drewbinsky.com

Saat traveling, di tempat yang jauh dari rumah, kamu akan sangat membutuhkan bantuan orang-orang yang tidak kamu kenal. Misalnya untuk mengetahui arah jalan. Bisa saja sih mengandalkan peta digital di gadget, tapi bagaimana kalau daerah tersebut belum terpetakan? Mau tidak mau kamu harus mengesampingkan ego dan bertanya kepada orang sekitar.

Dengan kesulitan dan tantangan seperti itu kamu belajar untuk rendah hati. Kamu belajar bahwa bantuan orang lain, sekecil apapun itu, sangatlah berharga.

 

Masih belum percaya traveling mampu membuka pikiran? Lebih baik langsung kamu lakukan saja sendiri deh.


 

Leave a Reply