5 Mie Unik dari Seluruh Dunia Ini Mana yang Sudah Pernah Kamu Cicipi?

Siapa sih yang enggak kenal mie? Makanan satu ini ada di seantero dunia, dalam berbagai jenis, bentuk, dan juga bahan. Dari sekian banyak jenis mie dan variannya, kamu sudah pernah mencoba 5 mie unik berikut belum?

 

1. Mie Biáng Biáng, China

Kuliner yang awalnya merupakan makanan murah rakyat jelata via junglekey.cn

Mie biangbiang berasal dari provinsi Shaanxi, China. Mie yang jadi salah satu keunikan Shaanxi ini memiliki ketebalan dan ukuran melebihi mie pada umumnya. Bentuknya mirip sabuk dan rada tidak beraturan. Penyebabnya karena mie ini dibuat tidak menggunakan mesin tapi masih menggunakan tangan.

Mie jumbo ini awalnya berasal dari kawasan pedesaan dan disantap sebagai makanan murah rakyat jelata. Namun, kini mie biangbiang malah menuai popularitas di berbagai restoran mahal. Orang-orang tertarik mencicipi karena bentuk mie ini unik.

Menurut kamu kenapa mie ini dinamai biangbiang? Masih banyak silang pendapat, tapi opini yang populer adalah nama tersebut berasal dari suara orang sewaktu memakannya. Ketika dikunyah, di telinga orang China, suara yang terdengar seperti “biang biang biang”. Kocak juga, ya?

 

2. Nagashi Sōmen, Jepang

Makan mie yang dialirkan di atas pipa bambu via commons.wikimedia.org

Kalau diartikan per kata, mie ini berarti “mie mengalir”. Cara memakannya memang harus ditangkap ketika dialirkan di air. Mie yang terbuat dari tepung gandum ini berwarna putih dan tipis dengan diameter kurang dari 1,3 milimeter.

Setiap 30 detik, mie tersebut dialirkan melalui pipa bambu yang dibelah setengah dan dialiri air bersih. Orang yang mau memakannya harus menangkap mie dengan sumpit untuk kemudian ditaruh di gelas bambu. Bumbu penyedapnya adalah saus tsuyu yang terbuat dari campuran kecap asin, mirin, dan kaldu dashi.

Karena dimakan dalam keadaan dingin beserta air yang menyegarkan, mie ini identik dengan makanan musim panas. Mie ini biasanya dihidangkan di taman yang asri sehingga kegiatan makan menjadi semakin menyenangkan.

 

3. Su Filindeu, Italia

Saking sulitnya dibuat, mie ala Italia ini dijuluki benang wol buatan Tuhan via youtubechannel/Sardosono

Di Pulau Sardinia, Italia, terdapat pasta terlangka di dunia. Mie ala Italia tersebut bernama su filindeu yang artinya “benang wol buatan Tuhan”. Nama tersebut diberikan karena proses pembuatan mie ini sangat sulit. Hanya tiga orang perempuan dari Sardinia yang sanggup membuatnya.

Untuk membuatnya adonan perlu ditarik dan diuleni sebanyak delapan kali sehingga terbentuk pasta yang halus dan tipis seperti rambut. Pasta tipis itu kemudian diregangkan secara diagonal untuk diletakkan pada bidang bulat dengan pola sirkular tiga lapis lalu dikeringkan di bawah sinar matahari.

Resep pasta yang sudah berasal sejak 300 tahun lalu ini disajikan bukan untuk sembarang orang. Pada 200 tahun pertama, hanya orang yang berhasil menyelesaikan ziarah sejauh 33 kilometer dari Nuoro ke Desa Lula dengan berjalan kaki atau berkuda lah yang boleh menyantapnya.

Kalau sekarang, orang-orang bisa mencicipi pasta ini pada festival perjamuan dua tahunan di San Franseco.

 

4. Rakott tészta, Hungaria

Mie asal Hungaria yang enak dijadikan camilan via thespruce.com

Kalau mie biasanya dihidangkan sebagai sajian utama, mie unik asal Hungaria ini dihidangkan sebagai pencuci mulut. Mie bernama rakott teszta ini dalam bahasa Hungaria berarti mie lapis.

Rakott teszta terbuat dari keju cottage, krim asam, telur, gula, kismis yang dicampur dengan mentega cair, dan mie telur yang sudah matang. Adonan tersebut kemudian dipanggang sampai matang.

Hidangan ini populer di tempat asalnya. Kalau pun tidak habis sewaktu memakannya, rakott teszta bisa disimpan dan dihangatkan kembali tanpa mengurangi rasa lezatnya.

 

5. Mie Sagu Pontianak, Indonesia

Kuliner ini biasa dihidangkan bersama ebi dan perasan jeruk kecil via fajarai.blogspot.co.id

Dari Indonesia, kita memiliki mie dengan bahan baku unik yaitu sagu. Sagu yang terkenal lengket dan sulit dibentuk ini ternyata bisa dibuat menjadi mie. Walaupun kurang begitu populer di Indonesia, namun mie sagu ini ternyata sudah dikonsumsi masyarakat Pontianak sejak lama. Sagunya tidak diimpor dari Papua tapi diambil dari pohon sagu yang banyak tumbuh di Pontianak.

Rasa mie sagu ini sangat khas. Teksturnya kenyal seperti karet gelang dan mudah membuat kenyang. Warnanya seperti bihun dan berwarna bening. Ukurannya lebih besar dari bihun. Kuah mie sagu ala Pontianak ini sangat gurih dan segar. Mie sagu biasanya dihidangkan bersama ebi serta perasan jeruk kecil.

 

Sudah pernah coba? Atau kalau belum pernah, mie apa yang paling unik (atau aneh) yang pernah kamu coba?


 

Leave a Reply