5 Alasan Semua Orang Perlu Merasakan Asyiknya Menari

Bali punya Tari Pendet, Tapanuli punya Tari Tor-Tor, dan Minahasa punya Tari Maengket. Bisa enggak kamu menemukan suku bangsa di Indonesia yang tidak punya tarian tradisional? Pasti susah kan? Bukan cuma suku bangsa di Indonesia, bisa dibilang semua kebudayaan di dunia pasti punya tarian.

Kira-kira kenapa ya bisa seperti itu? Mungkin karena selain sebagai bentuk ekspresi seni dan ritual, menari juga punya banyak manfaat. Apa saja memang manfaat menari? Simak di bawah ini.

 

1. Meningkatkan Kesehatan

Tua ataupun muda, menari dapat menyehatkan tubuh via flickr.com/photos/ufv/

Suatu studi membandingkan efek olahraga dan dansa ke kelompok lansia. Dari 57 orang lansia, separuh ikut program olahraga, separuhnya lagi ikut program dansa. Hasilnya, kelompok yang ikut program dansa mengalami perbaikan fisik yang lebih pesat ketimbang kelompok yang ikut program olahraga.

Dari hasil tersebut kita bisa menarik kesimpulan aktivitas menari bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Manfaatnya malah melebihi kegiatan berolahraga.

 

2. Meningkatkan Kemampuan Memori

Ilustrasi instruksi kala berdansa via wikimedia.org

Tarian yang indah adalah gerak yang dibawakan dengan pola yang teratur. Supaya bisa teratur seperti itu tentu penarinya harus mengingat setiap gerakan. Misalnya pada bagian intro musik, penari harus bergerak ke arah mana, begitu seterusnya sampai musik selesai.

Tantangan membawakan gerak dengan pola yang teratur tersebut bermanfaat bagi kemampuan memori. Studi menunjukkan penari lebih rendah terkena risiko penyakit otak daripada yang bukan penari. Aktivitas menari juga dipercaya mampu menambah kemampuan memori kita serta mencegah terserang penyakit demensia.

 

3. Menyehatkan Jiwa

Menarilah dan bergembira via flickr.com/photos/chiropractic

Selera musik orang memang berbeda-beda tapi saat mendengar irama kesukaan menghentak, pasti semua orang punya kecenderungan sama, ingin menari. Kalau pun tidak menari secara ekspresif loncat sana loncat sini, paling tidak lutut goyang-goyang atau kepala menggeleng angguk.

Aktivitas seni seperti menggambar, menyanyi, dan tentu saja menari merupakan kegiatan yang cocok untuk melepas stres. Alih-alih berkembang jadi jerawat, segala keluh kesah yang tersimpan di jiwa bisa kamu salurkan ke dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan.

Tidak heran, suatu studi pada of Applied Gerontology, menunjukkan bahwa para penari dan orang yang suka menari kadar stresnya lebih rendah dibanding yang jarang menari. Studi lain menyatakan pasien depresi yang mau menari, gejala depresinya semakin berkurang.

 

4. Meningkatkan Kelenturan Tubuh

Adegan-adegan ajaib sewaktu menari via wikimedia.org

Ketika melihat pertunjukan tari di TV atau di atas panggung, pernah enggak kamu melihat penarinya melakukan gerakan yang ajaib? Bukan ajaib dalam artian menghilang seperti pesulap, tapi melakukan gerakan yang butuh kemampuan tinggi. Misalnya berputar di udara atau melakukan gerakan split.

Penari, terutama yang menarikan tarian modern, memang dituntut punya tubuh yang lentur. Kalau kamu ingin punya tubuh yang lentur seperti penari, sering-sering deh menari. Sebelumnya, supaya tidak kram dan salah urat, kamu wajib melakukan peregangan tubuh.

 

5. Meningkatkan Keseimbangan

Gerakan balet perlu kemampuan menyeimbangkan tubuh via wikimedia.org

Bukan hanya lentur, penari juga biasanya punya keseimbangan tubuh yang baik. Mereka bisa memakai anggota tubuh bagian kiri sebaik anggota tubuh bagian kanan. Menari secara teratur dapat melatih tubuhmu untuk jadi lebih seimbang. Selain itu kamu juga dapat memaksimalkan kendali atas tubuhmu sendiri.

 

Itulah beberapa manfaat menari bagi tubuh. Tunggu apa lagi, pasang musik dan mulailah menari!


 

Leave a Reply