Pahami Cara Membaca Informasi Nilai Gizi Demi Diet yang Lebih Seimbang

Hari ini kamu berniat untuk hidup sehat, kamu lalu buru-buru mulai membeli persediaan makanan sehat. Sesampainya di toko, kamu mulai kebingungan. Produk makanan yang mengaku sehat berderet di rak toko. Mana yang benar-benar sehat dan bukan cuma iklan saja? Kamu bisa mulai dengan mempelajari cara membaca informasi nilai gizi.

Informasi nilai gizi adalah label pada kemasan makanan yang menampilkan nutrisi yang bisa kita dapatkan saat mengonsumsi makanan tersebut. Letaknya biasanya berdekatan dengan label komposisi makanan. Berikut keterangan yang ada pada informasi nilai gizi.

 

Takaran Saji

via livestrong.com

Kita mulai dari takaran saji. Angka pada takaran saji menunjukkan jumlah yang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ini. Misalnya kamu membeli susu kemasan 1000 ml dengan saran penyajian 250 ml. Berarti satu kemasan susu tersebut bisa untuk 4 kali minum. Kalau pun malas menghitung, biasanya pada informasi nilai gizi juga sudah dituliskan satu kemasan bisa untuk berapa kali minum.

 

Kalori Per Sajian

via huffingtonpost.com

Keterangan kalori per sajian pada informasi nilai gizi dicantumkan besar-besar. Angka ini menunjukkan seberapa banyak energi yang bisa kamu dapatkan setiap sajian makanan. Kalau pakai contoh susu di atas, kalori per sajian adalah jumlah energi yang bakal kamu dapatkan setiap minum 250 ml susu atau sesuai takaran sajian yang disarankan.

Kalau misalnya angka kalori per sajiannya adalah 75 berarti kalau kamu minum dua gelas susu, kamu mendapat tambahan kalori 150 kkal. Mudah, kan?

 

Lemak

via mamabee.com

Saat membaca informasi nilai gizi, komponen lemak yang harus kamu waspadai adalah lemak jenuh (saturated fat) dan lemak trans. Keduanya adalah lemak yang tergolong buruk bagi tubuh jika terakumulasi dalam jumlah yang besar.

Jangan terkecoh dengan angka 0 gram lemak trans pada informasi nilai gizi. Suatu produk konon boleh-boleh saja mencantumkan keterangan 0 gram lemak trans meski sebenarnya masih mengandung 0,5 gram lemak trans.

Supaya benar-benar terhindar dari lemak, periksa komposisi bahannya. Kalau di sana tercantum minyak terhidrogenasi parsial atau mentega shortening, berarti produk tersebut mengandung lemak trans.

 

Angka Kecukupan Gizi (AKG)

via tabletotable.org

AKG, atau yang kadang ditulis Daily Values (DV), merupakan jumlah ideal nutrisi yang kamu butuhkan per hari. Dalam informasi nilai gizi, keterangan AKG dicantumkan dalam satuan berat seperti miligram (mg) atau gram (gr) serta dalam bentuk persentase.

Masing-masing zat punya rekomendasi jumlah yang harus kita konsumsi setiap hari. Manusia dewasa butuh 50-60 gram protein dan 75-90 miligram vitamin C setiap hari. Nah, di informasi nilai gizi kamu bisa melihat berapa persen dari kebutuhan harian tersebut yang bisa dipenuhi oleh produk yang kamu konsumsi.

Misalnya, susu yang kamu minum mengandung 10 gram protein, berarti setiap minum segelas susu kamu mendapat asupan 20% kebutuhan protein harian.

 

Kandungan Nutrisi Tambahan

via fooducate.com

Suatu produk juga mengandung nutrisi tambahan yang sebenarnya enggak penting-penting amat karena bisa didapatkan dari makanan lain. Nutrisi tambahan itu seperti karbohidrat, gula fruktosa, atau sukrosa. Karbohidrat bisa kamu dapat dari gula, sayuran berserat, gandum utuh, dan nasi. Sementara fruktosa dan sukrosa bisa kamu peroleh dari buah-buahan.

 

Gula

via theconversation.com

Kalau pada informasi nilai gizi, gula dicantumkan sebagai bahan pertama, buru-buru letakkan kembali produk tersebut ke rak toko. Bahan dasar dicantumkan berdasarkan volumenya. Jadi kalau gula dicantumkan sebagai bahan pertama, berati kandungan terbesar produk tersebut adalah gula.

 

Kita adalah apa yang kita makan. Bila kita terbiasa makan makanan dengan kandungan nutrisi yang baik, kesehatan tubuh dan pikiran kita juga akan prima. Tapi omong-omong, seberapa sering sih kamu melihat informasi nilai gizi setiap kali berbelanja?


 

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply