5 Tanda Kamu Kurang Piknik dan Butuh Liburan

Buka Instagram, isinya foto-foto temanmu sehabis liburan. Nonton TV, salurannya sedang membahas tempat liburan seru di Papua Barat. Sepertinya sekarang semua apa-apa serba liburan.

Enggak perlu iri lah. Liburan memang menyenangkan, tapi hidup tetap harus seimbang. Ada waktu untuk liburan, ada waktu untuk mencurahkan pikiran untuk pekerjaan. Tapi, kalau gabungan gejala berikut muncul dalam diri kamu, mulai deh waspada. Liburan bukan lagi sekadar opsi, tapi sudah jadi keharusan, demi kewarasan dirimu. Seperti apa tanda-tandanya?

 

1. Sering Merasa Kurang Fit

Badan sedang tidak fit, tapi pekerjaan mesti komplet via pinterest.com

Tanda-tanda butuh liburan di antaranya kamu sering merasa kurang fit. Kamu bukan mesin yang bisa terus melakukan rutinitas kerja tanpa merasa bosan. Coba saja melakukannya. Pada satu titik kamu bakal merasa suntuk dan lelah tingkat tinggi.

Bila terus kamu paksa, dampaknya bukan hanya pada psikis, tapi juga pada fisik. Mungkin kamu akan terserang tifus, asam lambung, atau malah penyakit lain yang lebih berbahaya.

Jadi ingat selalu kesehatanmu ya, Mas dan Mbak. Daripada harus menghabiskan waktu relaksasi di rumah sakit, selagi masih sehat rencanakan deh pelesir ke tempat yang bisa bikin pikiran kamu jadi segar.

 

2. Tidak Punya Waktu Berkualitas dengan Orang Tersayang

Coba ingat kapan terakhir kali kamu pergi piknik bersama keluarga, teman, atau pacar? Kalau kamu butuh waktu lama untuk mengingatnya, itu tanda-tanda butuh liburan.

Hidup kamu bukan hanya untuk pekerjaan saja. Seimbangkanlah dengan banyak bercengkerama dengan orang-orang yang punya arti dalam hidup kamu. Niscaya hidup kamu bakal lebih berwarna dan komplet.

 

3. Stres Berlebih

Semua bidang pekerjaan tentu punya tantangannya tersendiri. Di satu sisi keberadaan tantangan tersebut yang menjadikan pekerjaan menarik. Kamu jadi terpacu jadi pribadi yang lebih kompeten (dan banyak uang) bila mampu mengatasi tantangan tersebut.

Di sisi lain, bila ternyata kemampuanmu enggak seimbang dengan tantangan pekerjaan, malah bisa menimbulkan stres. Bagaimana tahunya? Kalau kamu sudah mulai menggerutu sejak bangun tidur atau jadi terlalu sensitif dengan perbuatan atau perkataan orang lain, bisa jadi kamu sudah mengalami stres berlebih.

Mulai deh pesan tiket, sebab kondisi seperti itu sudah lumayan jelas menunjukkan kamu butuh liburan.

 

4. Cari Pelarian

Seberapa produktifkah kamu di kantor? Kalau kamu dari awal masuk sampai sekarang kerjanya leyeh-leyeh saja, berarti kamu belum butuh liburan. Tapi kalau kamu merasa produktivitas diri begitu menurun, pertimbangkan deh untuk liburan.

Misalnya dulu kamu begitu bersemangat mengerjakan presentasi atau membuat laporan, tapi sekarang kamu lebih bersemangat nonton video viral kucing. Kamu mungkin tidak sadar sedang cari pelarian untuk kabur dari pikiran yang begitu jenuh oleh tekanan pekerjaan.

 

5. Emosional

Senggol sedikit, bacok! via otajo.jp

Seperti sudah disebutkan di atas, salah satu ciri orang yang mengalami stres berlebih adalah jadi gampang tersulut emosi. Melihat rekan bicara sambil bisik-bisik, kamu merasa mereka menggunjingkan dirimu. Atasan menegur karena laporanmu salah ketik, kamu merasa seperti sedang digurui. Pokoknya semua salah di hadapanmu.

Hati-hati deh, supaya tidak mengganggu suasana kerja di kantor, lebih baik kamu pergi pelesir menenangkan diri. Jangan tanggung-tanggung, ajukan cuti pada atasan. Berikan alasan yang jujur. Kalau mereka merasa performa kamu menurun, pasti mereka enggak akan ragu mengabulkan permohonan cuti kamu.

 

Sebagai upaya mencegah terserang suntuk yang sangat parah, kamu bisa juga menekuni hobi. Intinya jangan habiskan semua waktu dalam hidupmu hanya untuk kerja, kerja, kerja. Luangkan juga waktu untuk tidur, santai, rehat.

Kalau kamu, biasanya tanda seperti apa sih yang bikin kamu bulat hati untuk segera pergi liburan? Apa cuma gara-gara lihat tiket murah di internet? Bagikan di kolom komentar ya..

 


 

Leave a Reply