7 Angkutan Unik di Indonesia yang Masih Digunakan Sampai Saat Ini

Sebelum ojek online populer seperti saat ini, becak adalah kendaraan sejuta umat. Sayang nasibnya tergeser oleh angkutan lainnya.

Daerah-daerah lain juga punya angkutan unik yang nasibnya seperti becak. Dari yang pernah merajai jalanan kini jumlahnya semakin sedikit. Apa saja angkutan unik tersebut? Yuk kita lihat di bawah.

 

1. Cidomo

angkutan unik di indonesia
Cidomo yang masih populer di Gorontalo via gilimenomojo.com

Kendaraan yang banyak terdapat di Lombok ini bentuknya enggak jauh beda sama delman. Cuma, kalau roda delman seperti roda sepeda, roda cidomo pakai roda seperti mobil. Kudanya juga terlihat lebih mini. Kata cidomo sendiri berasal dari perpaduan cikar, dokar, dan mobil.

Kendaraan ini lahir dari tradisi masyarakat adat Sasak di Lombok yang secara turun-temurun memelihara kuda. Sebagai masyarakat agraris mereka membutuhkan alat pengangkut padi. Diciptakanlah kendaraan pengangkut padi yang ditarik kuda.

Pembuatan cidomo cukup rumit dan memakan waktu lama. Biasanya pembuatannya dikerjakan oleh keluarga yang memang sudah ahli membuat cidomo. Sampai saat ini cidomo masih banyak digunakan di kota, desa maupun tempat wisata di Lombok.

 

2. Bemo

angkutan unik di indonesia
Bemo dengan warna oranye yang dulu setia melayani warga kota karena ukurannya yang menggemaskan via globalcitizensam.asia

Di film-film Warkop DKI, pelawak Dono sering diejek mirip bemo. Soal mirip tidaknya kamulah yang tentukan sendiri. Yang jelas, kendaraan ini pernah jadi raja jalanan di tahun 60-an dan 70-an.

Bemo awalnya dibuat untuk menggantikan becak. Kendaraan buatan perusahaan Daihatsu dari Jepang punya lebih banyak keunggulan dibandingkan becak. Bemo lebih gesit karena memakai tenaga mesin, punya kapasitas penumpang lebih banyak, dan masih cukup kecil untuk masuk ke gang-gang. Nama bemo sendiri merupakan singkatan dari becak motor.

Kini bemo mulai punah karena dianggap sudah ketinggalan zaman. Tapi kamu masih bisa menemukannya di beberapa daerah tertentu di Jakarta seperti di Bendungan Hilir atau di Salemba.

 

3. Opelet

Masih ingat sama Si Doel Anak Sekolahan? Serial populer tahun 90-an ini menceritakan keluarga Betawi yang berhasil menyekolahkan anak mereka, Doel, sampai tingkat sarjana. Opelet punya peran penting karena diceritakan pekerjaan bapak Doel adalah supir opelet.

Kendaraan ini digambarkan sebagai kendaraan yang merakyat dan sangat sederhana. Padahal kendaraan ini aslinya bermerek Morris dan berasal dari Inggris.

Opelet pernah merajai Jakarta pada tahun 30-an. Operasi opelet awalnya terbatas di Jakarta Timur seperti di kawasan Pasar Kramat Jati, Cijantung, Cibubur, Cilangkap, dan Cisalak. Tahun 50-an, opelet mendapatkan izin trayek resmi. Wilayah operasinya makin luas, mulai dari Tanjung Priok sampai Kebayoran Lama. Sayang, keberadaan opelet sekarang bisa dikatakan punah.

 

4. Getek

Siapa sangka getek masih digunakan di Indonesia sebagai alat transportasi biasa. Bahkan di beberapa titik di Jakarta, yang memiliki sungai kecil atau saluran air terbuka.

Getek juga digunakan sebagai angkutan air di daerah-daerah wisata yang memiliki perairan. Bentuknya yang terbuka dan terbuat dari bambu memberikan pengalaman unik waktu menaikinya.

 

5. Bentor

Bentor adalah angkutan unik perpaduan becak dengan sepeda motor. Angkutan ini sangat populer di Gorontalo. Bentor mulai berkembang tahun 2000-an dan masih tetap bertahan sampai sekarang. Keberadaan bentor juga menghibur karena seringkali dihias dengan berbagai modifikasi.

Uniknya lagi sekarang sudah aplikasi bentor online lho. Sistemnya sama dengan taksi atau ojek online. Pengemudi bentor selain bisa menerima pesanan via online, juga dilengkapi dengan jaket identitas.

 

6. Klotok

Klotok yang bersahaja via nomadtravellers.com

Selain getek, ada satu lagi angkutan air unik yang masih beroperasi sampai sekarang. Namanya pun unik, yaitu klotok. Dinamakan klotok karena mesin perahu ini mengeluarkan suara “klotok…tok…tok…”

Angkutan berupa perahu kayu bermotor ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki perairan. Dari pasar apung, sungai, taman nasional, sampai daerah pemancingan. Ukurannya bermacam-macam, namun umumnya tidak terlalu besar, mengingat klotok digunakan sebagai angkutan di perairan yang sempit.

 

7. Angkot Dugem

Hmm, kalau angkutan ini sih kelihatannya belum akan punah dalam waktu dekat. Sesuai namanya, angkot ini dilengkapi dengan sound system yang berdentum-dentum. Bukan hanya penumpang di dalamnya yang bisa mendengarkan musik tersebut, tapi juga orang-orang di jalan yang enggak ikutan naik.

Bukan cuma musik, dekorasi angkot ini juga terlihat meriah dan berwarna-warni. Kalau dilihat-lihat biaya modifikasinya pasti enggak sedikit. Kemeriahan angkot ini makin terasa waktu malam. Dengan lampu terang berkelap-kelip, angkot ini sudah seperti diskotek berjalan.

Awalnya angkot dugem terkenal di Padang. Namun saat ini sudah makin banyak daerah yang tertarik menyulap kendaraan mereka mirip seperti angkot dugem. Kendaraan yang dimodifikasi pun semakin beragam, mulai dari truk sampai becak!

 

Mau dugem enggak harus mahal dengan angkot dugem via forum.indogamers.com

 

Kalau di kotamu, masih ada enggak angkutan unik seperti ini?