Jalan-Jalan ke Museum Perbankan Pertama di Indonesia, Museum Bank Mandiri

Museum-museum di Indonesia asalnya macam-macam. Beberapa museum berasal dari bangunan rumah pribadi, sebagian dibangun oleh pihak swasta, atau dan yang jumlahnya paling banyak, dimanfaatkan dari bekas bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda.

Museum Bank Mandiri, museum yang akan kita bahas kali ini cocok dengan yang terakhir, bekas bangunan peninggalan Belanda. Museum ini merupakan museum perbankan pertama di Indonesia.

 

Sejarah Museum Bank Mandiri

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Gedung kantor NHM pada tahun 1950 via jakartainformer.com

Pada awal berdirinya, gedung ini adalah kantor cabang dari perusahaan dagang Belanda yaitu Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau de Factorij NHM yang berpusat di Amsterdam.

Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1960, gedung ini dijadikan salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Selang delapan tahun, bank tersebut berganti nama menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) dan menjadikan gedung ini sebagai kantor pusatnya.

Kelak pada tahun 1998, saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, Bank Exim dimerger dengan tiga bank pemerintah Indonesia lainnya (Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bapindo) menjadi Bank Mandiri. Secara otomatis, gedung ini menjadi aset Bank Mandiri dan diubah menjadi bangunan museum seperti sekarang ini.

 

Arsitektur Gedung

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Gedung dengan arsitektur Art Deco via wikipedia.org

Arsitek gedung ini adalah tiga orang berkebangsaan Belanda, yakni J. de Bruyn, A.P. Smits, dan C. van der Linde. Gedung dengan arsitektur Art Deco ini diresmikan pada tanggal 14 Januari 1933 oleh presiden direktur NHM ke-10, C.J. Karel van Aalst. Proses pembangunannya memakan waktu tiga tahun.

 

Koleksi Museum Bank Mandiri

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Pintu masuk Museum Bank Mandiri via aspertina.org

Bagian depan bangunan museum ini sangat identik dengan bangunan khas Belanda yang tinggi dan kokoh. Pintu masuk gedung berlantai empat ini menghadap ke stasiun kereta Jakarta Kota dan halte bus Transjakarta.

Pintu masuk museum terbuat dari besi berwarna kuning. Sesudah melewati pintu kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk sampai ke area lantai satu. Di sana kamu akan disambut pemandangan bank tempo dulu. Kamu dapat melihat loket bank yang dibatasi sekat, serta papan panjang berisi informasi layanan dalam bahasa Belanda.

 

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Papan informasi petunjuk transaksi di kasir bank via indonesiakaya.com

Di lantai ini, kamu dapat membeli tiket masuk museum seharga 5 ribu rupiah per orang. Kamu juga akan diminta untuk menitipkan tas. Bagi mahasiswa dan pelajar tidak perlu bayar tiket masuk, tapi harus menunjukkan kartu tanda pelajar atau mahasiswanya.

Setelah selesai membayar tiket masuk, kamu akan diarahkan untuk mulai menelusuri dari sebelah kanan pintu masuk. Tapi mau menelusuri dari manapun sama asyiknya. Kamu tetap bisa merasakan suasana klasik tempo dulu. Bangunan ini tetap mempertahankan ornamen, interior, dan furnitur dari sejak pertama kali berdiri.

 

Suasana lantai satu Museum Bank Mandiri via warungkopi.okezone.com

Masih di lantai yang sama, kamu bisa melihat diorama situasi perbankan zaman dulu. Beberapa boneka diposisikan seperti karyawan bank pada zaman tersebut. Pada ruangan selanjutnya kamu bisa melihat lukisan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia zaman dahulu sebelum adanya bank dan sesudah perbankan masuk ke Indonesia.

Museum ini juga lengkap memamerkan koleksi benda-benda perbankan tempo dulu. Misalnya buku besar, yakni buku utama untuk mencatat transaksi keuangan. Pada zaman itu buku besar secara fisik bentuknya juga amat besar. Kamu juga bisa melihat mesin tik, cap timbul, pemotong kertas, kalkulator dari masa ke masa, alat pres bendel, contoh surat berharga, mesin ATM, telepon, komputer, dan banyak lainnya.

 

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Koleksi mesin tik via instagram.com/historyexplorer_jkt

Turun ke basemen, kamu dapat melihat segala sesuatu tentang uang. Mulai dari peti uang atau emas, kotak deposit, brankas penyimpan uang, hingga mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Kamu juga bakal terperangah melihat pintu besi bank yang tetap kokoh dan awet sampai sekarang.

 

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Brankast via skyscrapercity.com

Berkunjung ke museum ini seperti membawa kamu kembali ke masa lampau, melihat bagaimana sistem perbankan diterapkan pada masa tempo dulu. Pokoknya menarik banget.

 

Lokasi Museum Bank Mandiri

Jalan-Jalan ke Museum Mandiri
Pemandangan dari depan museum via panoramio.com (photo credit Peter L)

Museum Bank Mandiri terletak di Jalan Lapangan Stasiun No.1, Jakarta. Letaknya sangat strategis, dapat dijangkau dengan kendaraan umum seperti kereta, bus Transjakarta, atau mikrolet. Kamu bisa turun di Stasiun Jakarta Kota atau halte Kota Transjakarta Koridor 1.

Asyiknya lagi, museum ini berdekatan dengan empat museum lainnya yang ada di kawasan kota tua Jakarta. Kamu bisa berkunjung ke Museum Bank Indonesia, Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum Keramik cukup dengan berjalan kaki.


 

Leave a Reply