5 Alasan Menjanjikannya Merajut Kekayaan Lewat Bisnis Rajutan

Mungkin banyak orang beranggapan merajut adalah kegiatan yang hanya dilakukan oleh ibu-ibu atau nenek-nenek saja. Fakta unik yang harus kamu ketahui, kaum adam juga menekuni kegiatan satu ini.

Sebagai contoh, pelaut-pelaut Skotlandia menjadikan kegiatan merajut sweater sebagai selingan sewaktu tidak melaut. Tentara-tentara yang terluka pada Perang Dunia juga didorong untuk menjadikan aktivitas merajut sebagai bentuk terapi.

Baik laki-laki maupun perempuan, semua bisa bergembira sewaktu merajut. Malahan bukan hanya menyehatkan, merajut juga bisa menambah isi kantongmu. Berikut beberapa alasan untuk mulai mempertimbangkan mencoba bisnis rajutan.

 

1. Orang yang Bisa Merajut Jumlahnya Masih Sedikit

Menularkan keterampilan merajut ke teman via craftsy.com

Sampai sekarang pun, masih banyak yang mengidentikkan kegiatan merajut sebagai pekerjaannya ibu-ibu tua. Karena sedikit yang tertarik, orang yang menguasai keterampilan ini pun semakin langka. Kalau kamu terampil merajut, kamu bisa mencoba tiga prospek bisnis berikut:

  • Melatih: Tularkan keterampilanmu merajut ke banyak orang. Untuk pertemuan awal kamu bisa memberikan kelas uji coba yang sifatnya gratis. Begitu orang yang tertarik semakin banyak, kamu bisa mulai memungut bayaran.
  • Menjual: Kamu bisa menjual produk-produk hasil rajutan seperti pakaian bayi, sweater, atau topi rajutan. Bisa juga menjual peralatan untuk merajut seperti benang rajut dan jarum rajut.
  • Mendistribusikan: Kalau pun kamu belum terlalu terampil dalam merajut, kamu bisa juga jadi distributor produk rajutan. Kamu bisa menjadi penghubung orang yang mencari produk rajutan dengan orang yang terampil membuat rajutan.

 

2. Produk Rajutan Tidak Lekang oleh Waktu

Model sweater rajutan yang menampilkan kesan vintage via knitting-bee.com

Bahan wol yang digunakan untuk produk rajutan termasuk bahan yang awet. Bila kamu mencuci produk rajutan dengan langkah yang benar, kamu bisa memakainya dalam jangka waktu yang lama. Selain itu model produk rajutan juga tidak macam-macam sehingga relatif kebal dari pergantian tren pakaian.

 

3. Banyak Orang Menyukai Produk Buatan Tangan

Produk rajutan buatan tangan via etsy.com

Banyak orang yang lebih menggemari produk buatan tangan dibanding produk buatan pabrik. Meski produk buatan pabrik kualitasnya bagus dan lebih murah, orang menyukai produk buatan tangan seperti rajutan karena hasilnya adalah cerminan personalitas pembuatnya.

 

4. Eksklusif Karena Produksinya Terbatas

Produk rajutan buatan sendiri eksklusif karena produksinya amat terbatas via pinterest.com

Dari segi ketersediaan, produk rajutan buatan tangan juga lebih eksklusif. Untuk menyelesaikan suatu rajutan, terlebih yang polanya rumit dan ukurannya besar, butuh waktu yang tidak sebentar. Alhasil, perajut tidak bisa memperbanyak hasil karyanya dalam waktu singkat, kebalikan dari produk massal buatan pabrik.

Karena sifatnya yang eksklusif, produk rajutan akan membuat penggunanya merasa unik. Tidak ada orang lain yang punya produk seperti yang ia miliki.

 

5. Instragammable

Maudy Ayunda menggunakan pakaian hasil rajutan via hello-pet.com

Produk rajutan seperti topi rajutan, sweater, atau syal memiliki tekstur unik yang terlihat menarik di depan kamera. Cocok bagi orang-orang yang ingin menghiasi Instagramnya dengan foto-foto yang menarik. Selain itu, mengingat produk ini biasanya digunakan sebagai pakaian hangat, produk rajutan menciptakan kesan pemakainya sebagai pribadi yang hangat.

 

Semoga alasan-alasan di atas dapat menginspirasimu untuk memulai bisnis rajutan ya.


 

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply