7 Tradisi Paskah yang Unik di Seluruh Dunia

Paskah adalah hari suci umat Kristen di seluruh dunia untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian sesudah disalib. Selain ibadah di gereja, umat Kristen di berbagai negara merayakan Paskah sesuai tradisinya masing-masing. Perayaan ini unik-unik dan tidak jarang memukau orang-orang yang melihatnya.

 

1. Amerika Serikat

Lomba mencari telur di kebun adalah tradisi Paskah di Amerika Serikat via history.com

Anak-anak di Amerika Serikat sudah hafal dengan tradisi mencari telur saat Paskah. Orangtua mereka telah menyebar telur paskah warna-warni di kebun. Telur paskah tersebut biasanya terbuat dari cokelat atau diisi permen.

Tradisi ini bahkan dibawa hingga ke bangunan kepresidenan, Gedung Putih. Setiap tahun, istana presiden AS tersebut mengadakan acara berburu telur paskah bagi para staf dan tamu undangan istana.

 

2. Polandia

Tradisi Paskah Polandia, laki-laki mengguyur orang lain via polandsite.proboards.com

Warga Polandia memiliki tradisi Paskah yang dinamakan Smingus-Dyngus. Pada saat Paskah, para laki-laki akan berusaha membasahi orang lain dengan ember, selang, pistol air, dan lain-lain. Menurut kepercayaan setempat, perempuan yang terkena air pada saat Paskah akan menikah dalam satu tahun ke depan.

 

3. Perancis

Paskah di kota Haux, Perancis identik dengan makan dadar telur raksasa via mcall.com

Sebuah kota bernama Haux di Perancis rutin merayakan Paskah tiap tahun dengan memasak dadar telur raksasa. Rekor dadar telur terbesar terbuat dari 4.500 butir telur. Makanan tersebut dapat disantap 1.000 orang yang datang ke perayaan.

Tradisi ini dipercaya berasal dari zaman Napoleon. Saat itu pemimpin besar Perancis tersebut datang bersama pasukannya ke Haux dan memakan dadar telur. Saking sukanya dengan dadar telur Haux, ia memerintahkan untuk membuat dadar telur raksasa yang bisa dimakan oleh seluruh pasukannya.

Kalau kamu datang ke perayaan ini, kamu boleh lho ikutan makan. Jangan lupa bawa sendok garpu sendiri karena di sana tidak disediakan peralatan makan.

 

4. Roma, Italia

Tradisi Paskah kota Roma berpusat di Vatikan via italymagazine.com

Roma adalah kota di mana Vatikan, pusat kepausan Katolik berada. Karena itu Paskah di Roma dirayakan dengan lebih formal. Pada hari Paskah, Sri Paus akan memperingatinya dengan penyelenggaran Via Crucis (Jalan Salib) di Koloseum.

Sebuah salib besar dengan obor menyala digunakan sebagai simbol 14 titik perhentian Jalan Salib. Misa diselenggarakan pada malam Sabtu Suci, dan pada hari Minggu Paskah. Ribuan pengunjung akan berkumpul di Lapangan Basilika Santo Petrus, menunggu pemberkatan Paus dari atas balkon Basilika.

 

5. Yerusalem, Israel

Melakoni Jalan Salib adalah tradisi Paskah di Yerusalem via smarttravelsuperfan.com

Di Yerusalem, kota yang dipercaya sebagai tempat aktual Yesus disalib, perayaan Paskah amat kental dengan nuansa religi. Paskah dirayakan dengan merekonstruksi Jalan Salib, yakni perjalanan Yesus mulai dari tempat penghakiman hingga sampai disalib.

Tradisi ini dimaknai oleh mereka yang berpartisipasi sebagai pengingat akan pengorbanan Yesus. Banyak yang kemudian ikut memanggul salib untuk berempati sekaligus sebagai bentuk ucapan syukur.

 

6. Sevilla, Spanyol

Perayaan Paskah di Spanyol, paling ramai diselenggarakan di kota Sevilla via taylorwimpeyspain.com

Perayaan Paskah di kota Sevilla, Spanyol, adalah salah satu yang terbesar di dunia. Pada perayaan tersebut 52 kelompok kepasturan berparade di jalan melambangkan penyaliban dan jalan salib. Tidak ketinggalan perayaan tersebut turut dimeriahkan oleh drumben dan patung-patung megah berhias lilin.

 

7. Indonesia

Mengarak patung Tuan Ma di Larantuka sebagai tradisi jelang Paskah via sinarharapan.co

Walaupun Islam merupakan agama mayoritas penduduk di Indonesia, tapi negara ini juga rumah bagi 16,5 juta penduduk beragama Protestan dan 6,9 juta penduduk beragama Katolik. Umat Kristen di tiap daerah memiliki tradisi Paskahnya sendiri, tapi yang paling terkenal adalah Semana Santa di Larantuka, Nusa Tenggara Timur.

Perayaan Semana Santa dilakukan selama seminggu dengan puncaknya pada hari Jumat Agung. Pada hari tersebut, Patung Bunda Maria (Tuan Ma) dan arca Tuan Meninu akan dibawa mengelilingi kota Larantuka. Tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman Portugis masih berkuasa di Nusa Tenggara Timur, kira-kira lima abad silam.

 


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply