Dongkrak Penjualan Produkmu dengan Teknik Panca Indera. Seperti Apa?

Banyak merek Indonesia dan mancanegara yang sudah menerapkan teknik yang disebut teknik pemasaran “five senses” atau teknik panca indera. Di mana pun gerai merek tersebut berada, pasti kamu dapat langsung merasakannya. Hasilnya pun efektif terbukti dari panjangnya antrean pembeli di gerai-gerai tersebut.

Kalau kamu ingin mendongkrak penjualan produkmu serta menjadi entrepreneur yang sukses, cek teknik pemasaran panca indera ini.

 

Penglihatan

dabd3f96b2f87912697ce8520c1ce710

Riset membuktikan bahwa calon konsumen lebih menyenangi toko yang memiliki tampilan terbuka. Alasannya calon konsumen dapat lebih mudah bergerak melihat-lihat produk-produk yang dijual.

Untuk mendapatkan tampilan toko seperti ini, coba bayangkan kamu sebagai pembeli. Apakah tokomu perlu dikelilingi menggunakan kereta belanja? Apakah tokomu banyak barang-barang pecah belah?

Selain itu kamu perlu menyediakan penerangan yang cukup dan pajangan yang menarika aga pembeli tertarik. Kuncinya adalah menciptakan tampilan yang secara visual menarik bagi pembeli serta memungkinkan mereka tetap tertarik tanpa ada halangan.

Teknik semacam ini juga bisa kamu praktikkan dalam menjual jasa. Sewaktu menemui calon klien, ciptakan kontak mata yang tidak mengganggu. Kontak mata yang baik dapat membangun kepercayaan. Sebaliknya kontak mata yang tidak menyenangkan dapat merusak prospekmu. Biarkan tatapanmu santai, senang, dan natural. Hindari kontak mata yang terlalu kuat sehingga membuat tidak nyaman.

 

Penciuman

magnolia-bakery-cooking-demo-with-bobbie-lloyd-bloomingdales-home-74

Aroma dapat menjadi alat penjualan yang efektif. Jika tokomu menjual produk yang memiliki aroma menarik seperti roti dan bunga, pastikan aroma tersebut tertangkap oleh pembeli. Namun jika kamu menjual produk dengan bau yang kurang sedap seperti ikan, cari cara agar aroma tersebut netral dan tidak menyebar luas.

Untuk layanan jasa, usahakan kantormu memiliki aroma yang enak, khas, dan nyaman. Pastikan juga badanmu tidak mengeluarkan aroma-aroma tidak sedap ketika bertemu klien.

 

Sentuhan

SAN FRANCISCO, CA - NOVEMBER 20: Actress Serayah McNeill shops during the grand opening of Sephora on November 20, 2015 in San Francisco, California. (Photo by Kimberly White/Getty Images for SEPHORA)

Calon pembeli selalu ingin menyentuh barang yang menarik perhatian mereka. Dengan menyentuh barang, mereka akan merasakan koneksi dan kemungkinan untuk membeli semakin besar.

Ciptakan lingkungan yang memberikan kemudahan mereka untuk menyentuh produkmu. Misalnya, berikan ruang ganti untuk mencoba baju yang kamu jual, atau menyediakan tester makeup untuk dicoba.

Menaruh produk setingkat mata agar menarik untuk disentuh juga dapat dicoba. Namun jika produkmu tidak boleh disentuh, pastikan kamu memberikan tanda yang jelas agar calon pembeli dapat meminta bantuan pelayan toko.

Dalam penjualan jasa, kamu dapat berikan sentuhan akrab untuk membuat koneksi. Namun ingat, kamu harus sopan dan hati-hati. Pelajari membaca gerakan tubuh sehingga kamu memahami cara untuk membuat koneksi tanpa menyinggung seseorang.

 

Rasa

wm_07-07-15-osnabrueck-bread-tester

Jika tokomu menjual produk yang dapat dimakan atau dikecap, pastikan kamu memberikan contoh untuk dapat dicicipi. Kalau pun tokomu menjual produk yang tidak dapat dimakan, sediakan minuman atau camilan kepada calon pembeli. Pengalaman mencicipi seperti itu juga dapat menciptakan koneksi dengan calon pembeli.

Teknik ini tentu saja juga berlaku untuk produk jasa. Kamu bahkan bisa mengundang klienmu ke restoran favoritmu yang menyuguhkan makanan enak.

 

Pendengaran

paddy-at-mayfair

Hal-hal yang didengar calon pembeli di tokomu dapat menciptakan kesan tertentu. Pastikan kamu dapat mengendalikan hal-hal yang didengar calon pembelimu tersebut. Kamu dapat melatih pegawai untuk melayani calon pembeli dengan kata-kata yang sopan, bertanggung jawab, dan menyenangkan. Instruksikan juga agar mereka tidak bergosip di depan calon pembeli.

Cara lain adalah memutar musik atau suara yang menyenangkan dan positif sesuai dengan segmentasi toko. Misalnya kamu menjual pakaian untuk remaja, putarlah musik pop yang riang. Kalau produk yang kamu jual adalah peralatan kesehatan, putar suara air mengalir untuk membuat suasana segar.

Untuk bidang jasa, usahakan kantormu atau tempat yang kamu pilih untuk bertemu kondusif untuk berdiskusi. Atur intonasi suaramu agar ramah dan menyenangkan.

 

Inti teknik ini adalah menciptakan koneksi dengan calon pembeli lewat memberi pengalaman pada panca indera mereka. Setelah tahu tekniknya, mempraktikannya tidak terlalu sulit kan?


 

1 Comment

  1. […] yang pertama harus kamu lakukan adalah meresapi karya tersebut. Pikiran apa yang muncul di kepalamu ketika melihat, mendengar, mencium, atau merasakan karya tersebut. Mungkin ada bentuk, warna, atau nada yang menarik bagimu. Enggak usah terlalu […]

Leave a Reply