7 Gereja Unik di Indonesia dengan Arsitektur Lintas Budaya

Gedung gereja biasanya identik dengan bangunan berarsitektur megah gaya Eropa. Contoh yang paling mudah dilihat adalah bangunan Gereja Katedral Eropa.

Walau begitu, mengingat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, beberapa bangunan gereja juga ada yang mendapat pengaruh budaya suku bangsa di Indonesia. Kalau tidak percaya lihat saja bangunan gereja unik berikut ini.

 

1. Gereja Hati Kudus, Ganjuran

Gereja Katolik yang berada di Ganjuran, Kabupaten Bantul, Jogjakarta ini gaya bangunannya merupakan perpaduan budaya Jawa, Eropa, Hindu, dan Buddha. Mimbar gereja berbentuk seperti candi, sementara kursi untuk misdinar desainnya khas Jawa.

Pendiri gereja ini adalah dua bersaudara Julius dan Joseph Schmutzer. Keluarga Schmutzer adalah pemilik pabrik gula di Ganjuran. Gereja yang berdiri pada tahun 1924 ini dimaksudkan sebagai tempat beribadah karyawan pabrik gula dan masyarakat sekitar.

 

2. Gereja Katolik St Michael, Pangururan

Dari kejauhan sudah terlihat gereja yang terletak di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara bentuknya mirip rumah adat Batak Toba. Atapnya melengkung dan lancip pada ujung-ujungnya. Interior gereja juga terasa sekali budaya Bataknya. Mulai dari mimbar, tangga, kolom, dan dinding semua berhias ornamen khas Batak.

 

3. Gereja Ayam, Magelang

via yukpiknik.com

Gereja ini dibangun pada tahun 1990 oleh seorang lelaki bernama Daniel Alamsjah, namun tidak pernah selesai karena keterbatasan biaya. Daniel bermaksud membangun rumah doa berbentuk merpati. Sayang, karena pembangunannya berhenti di tengah jalan, bangunan yang terbentuk lebih mirip ayam.

Walau bentuk bangunan ini tidak sempurna, mengingat letaknya dengan Punthuk Setumbu, bagian atap gereja ayam bisa kamu jadikan lokasi melihat pemandangan matahari terbit di Magelang. Dijamin kamu pasti terpukau.

 

4. Gereja Pohsarang, Kediri

Gereja Katolik yang terletak di Desa Puhsarang, Kabupaten Kediri ini berdiri pada tahun 1936. Dominasi bebatuan pada kompleks bangunan gereja terinspirasi bangunan masa raja-raja Majaphit.

Pembangunannya merupakan hasil prakarsa pastor paroki Kediri saat itu, Romo Jan Wolters CM. Dengan bantuan arsitek Henri Maclaine Pont, berdirilah bangunan gereja Pohsarang seperti sekarang ini.

 

5. Gereja Maria Annai Valengkanni, Medan

Bentuk bangunan gereja Katolik ini sepintas mirip kuil Hindu di India. Namun bila kita perhatikan baik-baik simbol salib yang ada pada berbagai sisi bangunan menjadi penanda bahwa bangunan ini merupakan gereja.

Gereja yang berdiri pada tahun 2001 ini didesain oleh pastor bernama James Bharataputra yang dibantu ahli konstruksi bangunan, Johannes Tarigan. James Bharataputra merupakan pastor Indonesia keturunan Tamil, India. Mungkin itu sebabnya gedung gereja ini desainnya bergaya India.

 

6. Gereja Santa Maria de Fatima, Jakarta

Gereja Katolik berarsitektur Tionghoa ini berada di kawasan Glodok, Jakarta. Awalnya tanah dan bangunan gereja merupakan milik keluarga Tjiu, namun pada tahun 1950-an ordo Katolik Serikat Yesuit secara resmi membelinya.

Dekorasi gereja sangat kental dengan budaya Tionghoa. Tapi jangan salah, ukiran dan patungnya banyak juga yang khusus didatangkan dari Eropa. Misalnya saja patung Maria de Fatima dan ukiran kayu Yesus disalib yang didatangkan jauh-jauh dari Italia.

 

7. Gereja Palasari, Bali

via sathora.or.id

Gereja yang diresmikan pada tahun 1958 ini terletak di Dusun Palasari, Kabupaten Jembrana, Bali. Bangunan gereja Katolik Hati Kudus Palasari merupakan wujud akulturasi budaya Hindu dengan Kristen.

Di halaman paling bawah ada sepasang kori bentar, bangunan semacam gapura yang biasa ada pada bangunan candi atau pura. Selain itu gereja juga memiliki penyengker, tembok batu yang menjadi pembatas kompleks gereja.

 

Itulah beberapa bangunan gereja unik di Indonesia. Karena keunikannya tersebut, banyak juga orang yang mengunjungi dengan tujuan berwisata.


 

Leave a Reply