5 Hal yang Perlu Diperhitungkan untuk Memulai Bisnis Makanan Organik

Makanan organik adalah makanan yang diproduksi dengan metode sesuai standar pertanian organik. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, makanan organik semakin banyak peminatnya karena alami dan bebas bahan kimia.

Kalau kamu sependapat bahwa gaya hidup sehat harus semakin digalakkan, kenapa tidak mulai mencoba bisnis makanan organik? Beberapa hal di bawah ini bisa kamu jadikan acuan sebelum mulai berbisnis.

 

1. Modal Awal yang Besar

via hellawella.com

Bila suatu waktu kamu membandingkan harga makanan organik dengan nonorganik pasti akan terlihat jelas bahwa makanan organik lebih mahal. Harga tersebut menyesuaikan dengan biaya produksi makanan organik yang juga mahal.

Oleh sebab itu, modal awal yang kamu butuhkan biasanya lebih besar daripada bisnis makanan biasa. Persiapkan diri mencari pemodal atau simpanan dana agar bisnismu tidak kekurangan modal di tengah jalan.

 

2. Mencari Penyuplai

via fodder.co.uk

Periksa kontak dan daftar alamat penyuplai makanan organik di daerahmu. Kamu juga bisa menghubungi organisasi yang mempromosikan makanan organik untuk mendapatkan informasi. Teliti dan cek dua kali reputasi dan kredibilitas penyuplai.

Kalau kamu sudah puas dengan kredibilitas mereka, buat perjanjian jangka panjang agar bisa mendapatkan perjanjian harga dalam waktu lama. Hal ini penting karena harga bahan makanan cenderung naik turun dan berubah-ubah.

 

3. Ikuti Aturan

via 500px.com

Jaga selalu integritas makanan organik yang kamu jual. Apakah makanan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada?

Standar makanan organik berbeda-beda di tiap negara, namun umumnya melibatkan praktik-praktik yang melestarikan siklus sumber daya, mempromosikan keseimbangan ekologis, dan melestarikan keanekaragaman hayati.

Beberapa aturan menyebutkan pelarangan penggunaan pestisida dan pupuk untuk pertanian. Secara teknis, makanan organik biasanya tidak diproses menggunakan iradiasi, pelarut industri, atau aditif makanan sintentis.

Agar bisnismu lolos kualifikasi sebagai bisnis makanan organik, taati aturan nasional yang ada. Ambil produk dari penyuplai yang sudah memiliki sertifikasi. Kalau pun belum ada aturan khusus di Indonesia, tidak ada salahnya mengikuti standar internasional untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

 

4. Datang ke Pameran

via mynewsdesk.com

Datang ke pameran makanan organik berguna untuk menambah jaringan serta perkembangan terbaru seputar makanan organik. Kamu dapat berdiskusi atau minta saran dari entrepreneur makanan organik lainnya. Bisa juga memanfaatkan ajang pameran untuk berbagai kontak penyuplai atau tempat menjajakan produk.

 

5. Tingkatkan Pengetahuan

via worldclass.umich.edu

Satu hal yang pasti, agar semakin mengerti produk yang kamu jual, kamu perlu mempelajari lebih dalam lagi mengenai makanan organik. Ikutilah kelas atau kursus yang bagus mengenai makanan organik. Pendidikan ini berguna untuk menambah wawasan serta informasi mengenai bisnis yang kamu geluti ini.

 

Kalau bisnis makanan organikmu tambah maju, tidak ada salahnya kamu juga mulai menanam produkmu sendiri. Kamu bisa memanfaatkan lahan pekarangan di rumah untuk menjadi lahan pertanian atau perkebunanmu. Selamat mencoba!


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply