Ketahui Serba-Serbi Down Payment agar Tidak Terperdaya Dalam Membeli Barang

Pembahasan soal down payment lumayan bergulir deras beberapa waktu ke belakang. Pangkalnya berasal dari program salah satu pasangan calon gubernur – wakil gubernur DKI Jakarta. Kandidat pemimpin daerah tersebut menawarkan program DP (down payment) nol rupiah.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan down payment dalam transaksi jual beli? Supaya lebih paham mari kita telusuri serba-serbi down payment.

 

Apa yang Dimaksud Down Payment?

Kenali syarat down payment dalam transaksi jual beli via dcrealestateguru.com

Down payment atau yang lebih dikenal orang dengan singkatannya, DP, pada dasarnya adalah uang muka. Seseorang memberikan DP sebagai uang pembayaran pertama dari total harga yang harus dibayarkan dalam transaksi jual beli secara kredit.

Sekarang ini DP bukan hanya berlaku untuk transaksi pembelian barang mewah seperti rumah atau kendaraan bermotor saja. Komponen DP juga bisa kita temukan untuk transaksi pembelian jasa seperti misalnya untuk kursus bahasa.

Pembayaran DP biasanya dilakukan sebelum barang berpindah dari penjual ke pembeli. Meski begitu ada juga transaksi dimana pihak penjual dan pembeli melakukan serah terima disertai dengan surat perjanjian.

 

Tujuan Down Payment

Down payment bertujuan untuk memastikan dan menjamin bahwa pihak pembeli akan melakukan pembayaran kepada pihak penjual dan melunasinya secara bertahap dalam periode yang sudah disepakati.

 

Down Payment adalah uang muka ketika membeli barang secara kredit via mortgagehippo.com

 

Bentuk Down Payment

DP muncul dalam bentuk persentase atau nominal yang dibayarkan secara tunai untuk transaksi jual beli. Biasanya jumlah DP tidak terlalu besar atau kurang dari 50 persen dari harga pembelian. Umumnya DP akan hangus apabila pembeli kabur, mangkir, atau tidak memenuhi perjanjian yang sudah disepakati.

 

DP vs Termin vs Panjar

Seringkali kita menyamakan down payment dengan uang panjar dan termin. Padahal, masing-masing punya pengertiannya sendiri-sendiri lho.

  • Down Payment

DP dibayarkan dalam suatu transaksi jual beli. Ketika pembeli memberikan DP, belum ada serah terima barang atau jasanya. Untuk sisa pembayaran dilunasi dengan cara dicicil sesuai periode perjanjian.

Misalnya, kamu membeli mobil seharga 150 juta rupiah dengan syarat DP 10 persen. Berarti kamu wajib membayar 10 persen dari 150 juta, yaitu 15 juta rupiah kepada pihak dealer. Sisa 135 juta rupiah dapat kamu bayar dengan cara dicicil selama 12 atau 24 bulan.

 

  • Termin

Termin adalah syarat pembayaran tertentu dalam pembelian barang secara kredit. Syarat tersebut sudah disepakati oleh pembeli dan penjual serta tercantum dalam dokumen perjanjian. Bedanya dengan DP, pembelian dengan termin biasanya barang sudah langsung diterima oleh pembeli saat pembayaran.

Misalnya, kamu membeli bahan baku dari perusahaan B seharga 100 juta rupiah. Dalam syarat pembayaran disebutkan 6/10, n/60. Itu artinya jika kamu melunasi pembayaran dalam waktu kurang dari 10 hari, maka kamu akan mendapatkan potongan harga 6 persen. Kalau tidak mampu, ya tidak apa-apa. Hanya saja kamu tidak boleh kelewatan melunasi pembayaran lebih dari 60 hari.

 

  • Uang Panjar

Uang panjar atau panjer hampir sama dengan DP. Panjar diberikan di awal transaksi jual beli. Uang ini diberikan sebagai tanda jadi.  Perbedaan kecil dengan DP, setelah mendapat panjar, pembeli wajib menyerahkan keseluruhan kekurangan pembayaran. Jadi tidak membayar dengan cara menyicil lagi. Uang panjar dikenal juga dengan istilah booking fee.

Misalnya, kamu membeli motor milik tetanggamu senilai 12 juta rupiah. Sebagai panjar atau tanda jadi kamu berikan 1 juta rupiah. Sisa 11 juta rupiahnya harus kamu bayar langsung saat serah terima motor tersebut.

 

Keuntungan Down Payment

Apa sih keuntungan pakai DP? via moneyunder30.com

Bagi penjual yang menjual produk secara kredit dan memberikan program DP kepada pembeli, maka volume penjualan dapat meningkat disertai dengan laba dari penjualan tersebut. Apabila konsumen lalai memenuhi kewajibannya atau terjadi kredit macet, penjual dapat menghentikan hak pakai pembeli. Rumah atau kendaraan yang kamu pakai bisa disita.

Di sisi lain, keberadaan down payment juga membantu konsumen kok. Kamu dapat memakai atau menggunakan produk meski hak miliknya belum berpindah karena masih harus dicicil sampai lunas.

Sebagian konsumen juga beranggapan down payment yang besar memudahkan membayar cicilan di kemudian hari. Karena sudah membayarkan DP besar di awal, jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan berkurang banyak. Cicilan yang harus dibayarkan di kemudian hari juga lebih kecil dan tidak terlalu memberatkan.

 

Itulah sedikit serba-serbi mengenai down payment. Semoga dapat memberimu bekal informasi ketika kelak membeli barang secara kredit.


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply