7 Filosofi Jepang yang Perlu Dipraktikkan dalam Hidup

Berbagai produk yang berasal dari Jepang tentu sudah tidak asing lagi di mata kita orang Indonesia. Mulai dari kendaraan bermotor, alat tulis, hingga produk kebudayaannya seperti manga dan anime sudah sering kita pakai dan konsumsi.

Tapi sudah tahukah kamu dengan berbagai filosofi Jepang yang menjadi dasar hidup mereka? Prinsip-prinsip tersebut bisa kita serap dan pelajari untuk meningkatkan kualitas hidup. Beberapa prinsip tersebut seperti:

 

Filosofi Jepang
via insidejapantours.com

Ikebana merupakan seni merangkai bunga ala Jepang. Meski begitu dalam praktiknya, seni ini bukan cuma memperhatikan keindahan tatanan bunga yang dibuat. Ikebana juga punya aspek spiritual yang menekankan keadaan pikiran penuh kesadaran.

Seni ini dilakukan dalam kesunyian mirip seperti seseorang yang sedang bermeditasi. Orang yang melakukannya perlu menerapkan penghargaan terhadap kesederhanaan dan kekosongan ruang. Dua prinsip yang makin terabaikan di tengah dunia yang bergerak begitu tergesa-gesa.

 

Filosofi Jepang
via primalmodern.com

Filosofi ini mewakili citarasa estetika Jepang yang berpusat pada penerimaan dan kefanaan. Wabi-sabi dideskripsikan sebagai keindahan dalam ketidaksempurnaan, ketidakabadian, dan ketidaklengkapan.

Dalam keseharian, filosofi ini bisa diterjemahkan sebagai penerimaan akan ketidaksempurnaan hidup. Bahwa sesempurna apapun kita berencana, kegagalan atau kesalahan mungkin terjadi. Kita perlu menyikapinya dengan legawa dan melihat sisi positif dari keadaan tersebut.

 

3. Kintsugi

Filosofi Jepang
via flipboard.com

Kintsugi atau seni kerajinan perekatan dengan logam emas masih berkaitan erat dengan filosofi wabi-sabi. Seni ini sudah dipraktikkan oleh pengrajin sejak 500 tahun lalu. Mereka memperbaiki barang rusak dengan pernis yang dicampur emas, perak, atau platinum.

Menurut Muneaki Shimode, metode ini mengikuti filosofi melihat sesuatu yang sudah tidak sempurna dengan kekaguman dan upaya restorasi, alih-alih membuangnya.

Orang Jepang mempraktikkan filosofi ini ketika mencari potensi dari barang rusak. Mereka menggunakan ulang, memperbaiki, atau mengalih fungsikan barang yang rusak tersebut. Filosofi ini dapat kita tiru agar tidak makin membebani bumi dengan sampah.

 

via imstillhungry.net

Prinsip ini berarti mempercayakan atau melindungi. Biasanya diterapkan di tempat yang menyajikan sushi. Pelanggan dapat meminta para pembuat sushi untuk menyajikan hidangan sesuai rekomendasi mereka.

Nilai yang bisa kita petik dari filosofi ini adalah pentingnya interaksi dan kepercayaan. Pelanggan menunjukkan kepercayaan terhadap racikan tangan pembuat sushi, sementara pembuat sushi membalas kepercayaan tersebut dengan menyajikan sushi yang terbaik.

 

 

Bukan hanya anime, manga, dan teknologi Jepang saja ya yang keren. Prinsip-prinsip hidup yang ada dalam kebudayaan Jepang juga banyak yang menarik untuk kita terapkan dalam hidup sehari-hari.


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply