Perhatikan 5 Poin Ini Sewaktu Mengecek Kesehatan Keuangan

Seperti halnya kesehatan tubuh yang perlu dicek secara menyeluruh secara berkala, begitu pula dengan kesehatan keuangan. Tujuan mengecek kesehatan keuangan adalah untuk mengetahui kondisi keuangan terkini. Selain itu pemeriksaan keadaan keuangan juga berguna untuk jadi landasan pertimbangan membuat keputusan keuangan ke depannya.

Misalnya, kamu berencana mengajukan kredit kendaraan bermotor. Dari hasil pengecekan kesehatan keuangan kamu dapat memperkirakan tepatkah kamu membuat keputusan keuangan tersebut saat ini atau lebih baik ditunda semester depan.

Kalau cek kesehatan tubuh memeriksa kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol dan lain sebagainya, cek kesehatan keuangan (financial check up) memeriksa poin-poin berikut ini:

 

1. Uang Tunai

Harus punya uang tunai yang bisa dipakai sewaktu-waktu via uangteman.com

Salah satu indikator keuanganmu sehat adalah kamu punya uang tunai kira-kira 15 persen dari total kekayaan bersih yang kamu punya. Misalnya, total kekayaan bersihmu untuk tahun ini setelah kamu hitung-hitung sebesar 50 juta rupiah. Ingat ya, karena kekayaan bersih berarti jumlahnya harus sudah dikurangi berbagai utang dan kewajiban. Berarti agar keuanganmu tergolong sehat, setidaknya kamu harus punya 7,5 juta rupiah yang bisa kamu tarik dengan segera.

Kenapa harus mengantongi uang tunai seperti ini? Uang tunai ini berguna ketika kamu butuh membiayai atau membeli sesuatu dengan mendadak. Kamu enggak perlu cari utang atau jual barang ini itu terlebih dahulu.

 

2. Dana Darurat

Gunakan dana darurat untuk tetap survive via gaensehof-sylt.de

Poin lain yang masuk dalam pengecekan kesehatan keuangan adalah dana darurat. Apakah kamu punya dana darurat untuk 3-6 bulan ke depan? Jika ya, berarti kondisi keuanganmu dapat dikatakan sehat. Namun jika tidak, ini saatnya kamu mulai memisahkan sebagian uangmu untuk jadi dana darurat.

Untuk apa perlunya dana darurat ini? Misalnya, tiba-tiba perusahaan tempatmu bekerja bangkrut atau kamu di-PHK. Dana darurat ini berguna untuk membiayai hidup selama masa transisi sebelum dapat pekerjaan baru lagi.

Banyak perencana keuangan menganggap 3-6 bulan sebagai jangka waktu ideal untuk tetap survive. Jadi, ketika terjadi perubahan mendadak yang tidak mengenakkan, kamu tidak tiba-tiba langsung jatuh merana.

 

3. Asuransi

Mirip seperti payung, asuransi memberi proteksi via geeins.com

Semua hal yang kamu miliki seperti kesehatan, keluarga, rumah, dan mobil adalah aset. Sebagai langkah jaga-jaga, kamu sebaiknya memproteksi aset-aset tersebut dengan asuransi. Sehingga jika terjadi hal-hal yang merusak atau merenggut aset, secara keuangan kamu tetap dapat bertahan.

 

4. Utang

Jangan sampai tenggelam dalam utang via illustrationsource.com

Bila kamu merasa uang yang kamu kumpulkan tidak bertambah sesuai dengan target, bisa jadi target tersebut terhambat oleh utangmu yang menggunung. Periksa lagi berbagai utang yang sudah kamu buat.

Untuk kredit rumah atau kendaraan bermotor yang besarannya tetap, relatif tidak bisa banyak diutak-atik. Karena itu yang perlu kamu periksa adalah utang dari kartu kredit. Segera lunasi barang-barang yang sudah kamu beli menggunakan kartu kredit dan hindari membuat utang konsumtif baru. Dengan begitu kondisi keuanganmu bisa lebih sehat ke depannya.

 

5. Arus Kas

Dari arus kas kamu tahu lebih banyak mana, pendapatan atau pengeluaran via clipartfest.com

Mirip seperti laporan keuangan perusahaan, kamu juga perlu memeriksa arus kas keuangan pribadimu. Perhatikan catatan keuangan dari awal bulan sampai dengan saat ini. Apakah pendapatan lebih besar dari pengeluaran atau sebaliknya? Bandingkan dengan anggaran yang sudah kamu buat sebelumnya. Apakah sudah sesuai atau justru banyak menyimpangnya?

Dengan membandingkan anggaran dengan catatan keuangan yang telah kamu buat, maka kamu bisa mengantisipasi apabila ada pengeluaran-pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran.

 

Kamu dapat mengecek kesehatan keuangan sebulan sekali, tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali. Untuk pemeriksaan menyeluruh, bisa kamu lakukan menjelang tutup tahun.


 

8 Comment

  1. Sauqi Andalusi Albana says: Reply

    Penting untuk menjaga keuangan kita tetap sehat

  2. Amaliya says: Reply

    Wah, tips yg d butuhin bgt nih…. Smga bs d aplikasikan.. Hihii

  3. Indah Ridzkika Mediana says: Reply

    Nice info.. sharing yg bagus utk kita menjaga kesehatan keuangan sejak dini 😊😊😊😊

  4. Indah Ridzkika Mediana says: Reply

    Info yang bagus nih utk kita menjaga kesehatan keuangan sejak dini 😊😊😊😊

    Semoga bisa menerapkan utk keuangan pribadi πŸ™πŸ™πŸ™

  5. Sebuah tips yg berguna dan memberikan kpd kita poin2 yg harus utama dan mana yg tidak menjadi prioritas.

  6. yuni utami putri says: Reply

    menjadi pedoman bagi kita (khususnya wanita) untuk berpikir lebih panjang untuk membeli sesuatu.. biasanya wanita kan selalu beli walaupun belum butuh dengan alasan mungkin aja nanti butuh, tanpa memperhatikan “kesehatan” keuangan.. terima kasih infonya πŸ˜πŸ˜„

  7. Tabhita dwi apriani says: Reply

    Makasih Mandiri, tips tips nya membantu banget, selagi masih muda, jadi bisa buat persiapan ke depannya #JadiMandiri

  8. Tabhita dwi apriani says: Reply

    Makasih Mandiri, tips tips nya sangat membantu saya, selagi masih muda, jadi bisa buat persiapan ke depannya #JadiMandiri

Leave a Reply