7 Langkah Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Ketika kamu mulai kewalahan menangani jumlah pesanan dan pelanggan yang bertambah banyak, itu tanda kamu butuh merekrut karyawan. Tapi sebagai entrepreneur yang penuh perhitungan kamu enggak bisa sembarangan merekrut karyawan dong?

Mencari dan mendapatkan karyawan yang tepat memang membawa tantangan sendiri. Supaya tidak salah dalam merekrut karyawan, terapkan langkah-langkah seperti ini:

 

1. Buat Mind Map

Kamu bisa memetakan kebutuhan usaha menggunakan mind map via pinterest.com

Buatlah mind map untuk melihat aktivitas bisnismu secara menyeluruh. Kenali bidang-bidang yang ada di dalamnya dan tuliskan fungsinya masing-masing.

Misalnya, usaha yang sedang kamu rintis adalah toko online yang menjual suvenir. Bidang-bidang yang ada di dalamnya seperti media sosial, keuangan, admin akun, pengepakan, dan pengiriman.

 

2. Buat Pembagian Kerja

via nursetrainingonline.com.au

Buat daftar tugas dan tanggung jawab yang tiap-tiap bidang kerjakan. Jika selama ini kamu kuat mengerjakannya sendiri, cermati bidang per bidang.

Bidang mana yang paling banyak menyita waktu? Apakah waktu untuk yang kamu alokasikan itu sesuai dengan prioritas? Misalnya, waktumu terlalu banyak habis untuk mengepak barang sehingga waktu untuk promosi menjadi berkurang.

 

3. Tentukan Kualifikasi Karyawan

7 Tips Bagaimana Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil
Tentukan kualifikasi karyawan via pixabay.com

Setelah tahu kamu bidang mana yang perlu tenaga tambahan, buat daftar kualifikasi karyawan yang kamu inginkan.

Jika kamu mencari karyawan untuk posisi yang sering berhubungan dengan klien, maka kriterianya adalah orang yang ramah, supel, dan sabar. Sedangkan untuk karyawan bagian keuangan atau administrasi, cari orang yang teliti serta senang berkutat dengan angka.

Kriteria lain yang bisa kamu masukkan misalnya motivasi, pengalaman, pendidikan, usia, dan perilaku. Daftar kriteria tersebut dapat membantumu menyeleksi karyawan secara lebih objektif.

 

4. Analisis Biaya Manfaat

Pikirkan manfaat dan biaya dalam menerima karyawan via flickr.com

Langkah selanjutnya adalah membuat analisis biaya manfaat (cost and benefit analysis). Analisis ini gunanya untuk mengukur kesiapan keuangan usaha kamu jika ketambahan karyawan baru. Apakah dengan merekrut karyawan akan memberikan tambahan manfaat atau justru malah membebani keuangan usaha ke depannya.

 

5. Status Karyawan yang Akan Direkrut: Paruh Waktu, Kontrak atau Sementara

Pekerja part time waktu kerjanya lebih sedikit dibanding pekerja tetap via carikerja.id

Setelah melakukan analisa biaya dan manfaat, kamu dapat memperhitungkan status untuk karyawan tersebut. Untuk pekerja kontrak atau sementara, ia dapat membantu kamu dalam waktu jangka pendek. Sedangkan untuk pekerja paruh waktu dapat membantu kamu secara proposional seiring dengan perkembangan usaha kamu.

 

6. Buatlah Anggaran

Jika sudah mantap dengan keputusan merekrut karyawan baru, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran. Dalam anggaran tersebut kamu hitung besaran gaji pokok, insentif, bonus, dan pajak bagi karyawan yang akan masuk.

 

7. Seleksi

Lewat wawancara kamu tahu seluk beluk karyawan yang melamar via humancapital.co.id

Pada saat menerima lamaran, bacalah resume dari para pelamar dengan seksama. Kemudian saat wawancara, sampaikan dengan jujur kondisi usaha serta hak dan kewajiban mereka jika kelak diterima sebagai karyawan. Jangan memberikan harapan berlebihan kepada orang tersebut agar mau bekerja untukmu.

Karyawan merupakan aset sekaligus mitra dalam bekerja. Karena itu pilihlah orang yang punya visi dan energi yang sama untuk memajukan usaha.

 

Satu hal perlu kamu perhatikan, kelak saat sudah punya karyawan baru, jadilah pemimpin yang baik. Jangan jadi bos yang kerjanya hanya perintah-perintah.


 

Leave a Reply