Kiprah Para Sosiopreneur Muda Indonesia Ini Sungguh Menginspirasi

Kompetisi wirausaha seperti Wirausaha Muda Mandiri menghadirkan kesempatan bagi banyak entrepreneur muda untuk semakin berkembang. Kabar yang lebih menggembirakannya, beberapa pebisnis muda tersebut berkiprah dalam bidang sosiopreneurship.

Bidang sosiopreneurship ini tetap mencari profit, tapi keuntungan tersebut diarahkan untuk memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitar mereka. Terdengar mulia banget, kan? Penasaran, siapa saja sosiopreneur muda Indonesia tersebut? Simak profilnya berikut ini.

 

1. Hijrah Purnama Putra

Hijrah Purnama Putra dan Butik Daur Ulangnya via uwong.co

Nama Hijrah Purnama Putra menjadi terkenal setelah ia keluar menjadi juara I Wirausaha Muda Mandiri 2015 kategori usaha sosial. Laki-laki asal Aceh ini sejak tahun 2005 silam membuka usaha produksi berbagai macam barang dari bahan daur ulang. Ia menamainya Butik Daur Ulang. Barang yang Butik Daur Ulang produksi mulai dari dompet, tas, totebag, dan berbagai item fungsional lainnya.

Latar belakangnya di Jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Islam Indonesia membuatnya peka terhadap keadaan lingkungan di sekitar. Ia melihat peluang dari limbah plastik yang seringnya orang buang begitu saja. Hijrah kemudian mulai mengumpulkan sampah plastik dari mana-mana, seperti dari warung-warung mie instan di sekitar kampusnya.

Usahanya ini menciptakan 205 kelompok bank sampah di sekitar Jogjakarta, mulai dari Kotagede sampai Godean. Bukan hanya mengurangi limbah sampah, kewirausahaan sosial yang ia bangun sudah bisa mempekerjakan karyawan. Terhitung pada tahun 2012 lalu ia sudah punya 14 karyawan.

 

2. Yeni Dwi Fitriana

Anak-anak bermain di Desa Temas, Malang via malangtimes.com

Kisah Yeni Dwi Fitriana sama bersinarnya dengan Hijrah Purnama Putra. Perempuan asal Malang ini menjadi juara IIĀ  kategori usaha sosial dalam ajang Wirusaha Muda Mandiri 2015 lalu. Ia bersama anak muda di Desa Temas, Batu Jawa Timur mengubah lahan-lahan pertanian di sana menjadi destinasi wisata eco-tourism.

Langkah yang Yeni buat bermula dari kepedulian. Ia merasa para petani di Desa Temas kesulitan bersaing dengan wahana-wahana permainan modern yang ada di sekitar Kota Batu. Karena itu perempuan kelahiran 1994 ini kemudian mendirikan Dewa Wisata Dewi Temas. Desa wisata ini adalah mengoptimalkan pertanian dengan konsep wisata alam.

Kini, permasalahan sosial dan lingkungan yang warga Desa Temas hadapi dapat teratasi. Adanya desa wisata bukan hanya dapat melestarikan alam dan tanah mereka dari pembangunan, tapi juga menjadi mata pencahariaan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

 

3. Nezatullah Ramadhan

Hasil karya limbah Nara Kreatif via narakreatif.co.id

Pada tahun 2014, Yayasan Nara Kreatif yang didirikan oleh Nezatullah Ramadhan menjadi juara I Wirausaha Sosial Mandiri kategori Industri Pariwisata dan Kreatif. Nara Kreatif fokus dalam usaha mengurangi limbah yang ada di lingkungan dengan cara mengubahnya menjadi berbagai macam kerajinan yang punya nilai ekonomi.

Di situs web www.narakreatif.co.id, kamu bisa melihat barang-barang yang yayasan ini produksi. Mulai dari wedding kits, media kits, hingga dekorasi dan fesyen. Lebih hebatnya lagi, Neza menggerakkan anak-anak jalanan yang ada di sekitar lingkungan tempatnya tinggal untuk berkreasi menciptakan kerajinan tersebut.
Hijrah, Yeni, dan Neza merupakan tiga contoh sosiopreneur muda Indonesia yang menciptakan solusi atas permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Komitmen wirausahawan sosial ini bisa menjadi inspirasi anak-anak muda lainnya untuk berkiprah di dunia sosiopreneurship.

 


 

1 Comment

  1. Cepri Hari Mulyono says: Reply

    Kreatif itu tidak hanya berasal dari hal-hal besar dan mahal saja, tetapi hal yg kecil dan murah pun dapat disulap menjadi sesuatu dengan nilai yang tinggi.
    Amazing and Congrats..
    #jadikreatif #jadimandiri

Leave a Reply