5 Hal yang Pebisnis Pemula Mesti Ketahui dalam Membuat Laporan Keuangan

Apa kamu baru saja memulai menjalankan bisnis? Jika ya, selamat berkutat dengan laporan keuangan. Laporan keuangan untuk bisnis tentu saja berbeda dengan laporan keuanganmu pribadi. Tidak perlu panik kalau kamu belum mengerti.

Dalam membuat laporan keuangan, kamu cukup mengacu pada business plan yang sudah kamu buat. Di sana kamu bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dimasukkan dalam laporan keuangan.

 

1. Pelajari Akuntansi Dasar

via abhishek-solutions.com

Sebelum memulai bisnis ada baiknya kamu mempelajari akuntansi dasar terlebih dulu. Dengan begitu kamu bisa mengetahui mana saja yang tergolong modal, kewajiban, dan aktiva (harta atau aset). Penggolongan tersebut akan memudahkan pencatatan setiap transaksi ke depannya.

Sudah punya kemampuan akuntansi dasar? Kamu bisa mulai membuat pembukuan seperti laporan:

  • Arus Kas (Cash Flow), gunanya untuk mengetahui kas yang masuk dan yang keluar.
  • Neraca (Balance Sheet), gunanya untuk mengetahui keadaan keuangan usaha pada periode tertentu. Dalam laporan neraca kamu bisa melihat aktiva, kewajiban, dan ekuitas.
  • Laba Rugi (Income Statement), gunanya untuk mengetahui apakah bisnis berjalan dengan baik, dapat laba atau tidak, layak untuk dapat pinjaman atau tidak, dan sebagainya.

 

2. Buat Daftar Aset

via 3wisebears.co.uk

Buatlah daftar aset yang kamu pergunakan di dalam usaha dan sertakan harga beli pada saat sekarang. Contohnya:  gedung, kendaraan untuk usaha, mesin, peralatan, perlengkapan dan seterusnya. Dengan daftar aset yang ada ini kamu dapat mengetahui umur ekonomis dan juga nilai dari aset kamu tersebut ke depannya.

Jika di masa depan kamu ingin menjualnya, kamu sudah tahu nilai ekonomis barang tersebut.  Ingat, aset di sini adalah barang-barang yang kamu gunakan untuk usaha saja. Jangan campurkan dengan barang-barang milik pribadi.

 

3. Catat dan Kumpulkan Buktinya

via tokopedia.com

Jangan lupa untuk selalu mencatat setiap transaksi. Catatan tersebut berguna untuk mengetahui keadaan bisnis dan alur keuangan saat ini dan di masa depan. Pencatatan juga berlaku untuk transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang di gudang serta utang piutang bisnismu.

Kumpulkan setiap bukti transaksi, entah itu nota, kuitansi, ataupun setruk. Dengan begitu kamu bisa melacak jika sewaktu-waktu terjadi ketidaksamaan perhitungan.

 

4.Keuangan Usaha Tidak Sama Dengan Keuangan Pribadi

via sureswipe.co.za

Ini penting lho! Selalu pisahkan uangmu pribadi dengan uang untuk keperluan bisnis. Jika kamu menyatukannya, maka kamu akan kesulitan menganalisis keadaan keuangan keduanya. Kamu jadi sulit melihat keadaan riil usaha yang sedang berjalan. Pemisahannya pun sampai ke rekening. Untuk urusan bisnis jangan pergunakan rekening pribadi.

 

5. Awasi Arus Kas

via atalian-interactive.com

Arus kas sangat penting dalam suatu usaha. Kas adalah harta lancar yang dapat kamu pergunakan sewaktu-waktu. Kegunaan kas adalah untuk membayar beban atau biaya yang memang harus dibayarkan untuk menunjang keberlangsungan bisnis. Dari laporan arus kas kamu bisa melihat bisnismu ini sehat atau tidak.

 

Ayo persiapkan laporan keuanganmu dengan baik. Selain sebagai alat untuk mengecek kesehatan bisnismu, laporan keuangan juga bisa kamu gunakan untuk minta modal ke bank atau investor lho. Dari situ mereka tahu usahamu menjanjikan atau malah sebaliknya, memble.


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply