Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Menjadikan Kamu Tambah Boros

Menurut David Bach, pakar keuangan yang juga penulis buku keuangan, seseorang harus melihat dengan saksama pengeluarannya tiap hari. Sebab tidak jarang ada latte factor, yakni pengeluaran-pengeluaran kecil yang tanpa disadari ternyata membuat hidup jadi lebih boros. Misalnya saja pengeluaran untuk ngopi-ngopi. Mungkin harganya murah, tapi kalau kamu kalkulasikan per bulan atau per tahun pasti jumlahnya jadi besar.

Sekadar mengingatkan, coba cek apakah kamu sering mengeluarkan uang untuk aktivitas ini. Bisa jadi itulah latte factor-mu.

 

Ngopi dan Makan di Luar

Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Membuat Boros
via pixabay.com

Kopi sudah menjadi minuman wajib banyak orang tiap hari. Mungkin kamu juga salah satu yang punya kebiasaan minum kopi sebelum mulai bekerja. Meski begitu kamu harus memeriksa seberapa sering kamu ngopi dan makan di luar.

Bayangkan situasi ketika kamu tidak sempat sarapan dan ngopi di rumah sehingga harus membelinya di luar. Dengan asumsi harga kopi plus makanan 50-200 ribu rupiah, kalau ditotal selama sebulan (kira-kira 22 hari kerja) maka kamu menghabiskan 1,1- 4,4 juta rupiah. Hitungan dalam setahun adalah 13,2 – 52,8 juta. Tuh kan, dari pengeluaran yang kesannya remeh, ternyata kalau dihitung jumlahnya lumayan besar.

 

Belanja ke Mal

Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Membuat Boros
via pixabay.com

Banyak orang yang suka lapar mata sewaktu jalan-jalan ke mal, apalagi kalau sudah melihat label diskon atau promo. Padahal niat awalnya enggak mau belanja apa-apa, eh pulang-pulang sudah membawa banyak tentengan. Bisa jadi supaya enggak merasa “berdosa”, kamu akan memberi alasan pada diri sendiri mumpung promo atau mumpung lagi diskon.

Kurang-kurangi deh kebiasaan seperti ini. Kamu harus bisa mengendalikan diri agar kondisi keuanganmu tetap terjaga. Coba bayangkan, kalau kamu setiap bulan mengeluarkan sekitar 500 ribu untuk belanja dadakan, per tahun berarti kamu habis 6 juta rupiah.  Hmm, ternyata kongko ke mal pengeluarannya enggak sekecil yang kamu kira kan?

 

Belanja Online & Kuota Internet

Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Membuat Boros
via pixabay.com

Bukan cuma belanja ke mal yang bisa bikin kamu jadi konsumtif, belanja online pun juga begitu. Alasannya mirip, karena barang yang dipajang harganya murah, kamu jadi tergoda untuk pesan dan beli. Padahal sebenarnya kamu enggak perlu-perlu amat barang tersebut.

Selain pengeluaran untuk membeli barang tersebut, kamu juga harus membayar untuk paket data internet yang kamu gunakan. Jika untuk mengisi pulsa dan belanja online per bulannya kamu keluar uang 200 ribu, per tahun total pengeluaran ini bisa jadi 2,4 juta rupiah. Dengan uang segitu, kamu sudah bisa wisata ke tempat yang agak jauh, seperti ke Bali lho.

 

Hiburan dan Camilan

Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Membuat Boros
via pixabay.com

Semua orang pasti butuh hiburan, namun jangan jadikan hiburan, terutama yang banyak mengeluarkan biaya, wajib kamu lakukan setiap waktu. Kalau kamu senang nonton film misalnya, kamu enggak harus setiap akhir pekan nonton film baru.

Hitung-hitungannya, kalau kamu setiap minggu nonton film, uang yang kamu keluarkan plus makan dan minum bisa mencapai 100-150 ribu. Kalau dikalkulasikan jumlah tersebut bisa menjadi 400-600 ribu per bulan dan 4,8 – 7,2 juta per tahun.

 

Kosmetik & Pakaian

Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Membuat Boros
via pixabay.com

Saat ini banyak brand internasional yang masuk ke pasar Indonesia. Perempuan Indonesia jadi semakin punya banyak pilihan untuk bergaya seperti artis Korea, Jenner sisters, atau siapapun. Bagi kamu yang tidak ingin ketinggalan dengan tren terbaru, pasti tergoda untuk meng-upgrade koleksi kosmetik dan pakaian. Tapi cek lagi, jangan-jangan ini menjadi latte factor-mu.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa belajar lebih kreatif memadu padankan pakaian dan dandanan berbekal yang sudah kamu punya. Intinya, be yourself!

 

Rokok

Latte Factor: Pengeluaran Kecil yang Dapat Membuat Boros
via pixabay.com

Bagi beberapa orang, enggak merokok sehari saja rasanya enggak asyik. Jika kamu termasuk orang yang seperti itu, hitung deh, pengeluaran rokokmu sebulan bisa mencapai 560 ribu. Itu dengan asumsi harga satu bungkus rokok 20 ribu rupiah. Satu tahun berarti pengeluaran rokokmu mencapai 6,7 juta. Jangan lupa juga biaya jika nanti kamu sakit karena terlalu banyak merokok.

 

Dengan adanya konsep latte factor ini kita diajak untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran kita ke depannya. Kita juga jadi lebih mengerti bahwa yang sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit itu bukan cuma tabungan, tapi juga pengeluaran. Oh iya, kalau kamu kesulitan menghitung latte factor-mu, David Bach menyediakan kalkulator untuk menghitungnya di sini.


 

Leave a Reply