7 Etika Berbisnis Online di Media Sosial Bagi Wirausaha Muda

Instagram dan Facebook merupakan dua aplikasi media sosial yang punya banyak penggemar. Penggunanya bukan hanya menggunakan media tersebut utama berbagi cerita sehari-hari, tapi juga untuk memasarkan produk bagi wirausaha muda yang tengah menjalankan bisnisĀ online-nya.

Dua macam penggunaan tersebut tentu harus dibedakan. Di akun pribadi, boleh-boleh saja mengunggah seenak hati. Lain halnya dengan akun yang dipakai untuk memasarkan produk. Untuk akun seperti itu, etika berbisnis harus diterapkan sehingga pelanggan atau calon pelanggan tidak kabur.

Contoh etika berbisnis online di media sosial itu seperti:

 

1. Menyediakan Produk Sesuai Gambar yang Dipajang

Kalau ternyata barang yang datang tidak sesuai pasti membuat pelanggan kecewa berat. via setupforfailure.com

Sewaktu kamu memajang gambar produkmu di Facebook atau Instagram, pastikan gambarnya sesuai dengan barang aslinya. Jangan sampai pembeli produkmu mengeluh karena barang yang mereka terima tidak sama dengan yang mereka lihat. Bisa-bisa mereka kapok membeli darimu. Lebih parah lagi jika mereka memberikan komentar yang buruk dan menyebarkannya ke seantero dunia maya.

 

2. Menampilkan Profil Penjual Selengkap Mungkin

Kalau lengkap begini, calon pembeli jadi lebih mudah menghubungi kan? via instagram.com/inforiamiranda/

Salah satu cara agar reputasimu sebagai pedagang lebih terpercaya adalah lewat mencantumkan kontak sedetil mungkin. Cantumkan nomor telepon, aplikasi perpesanan, hingga situs web yang kamu punya. Dengan begitu pembeli atau calon pembeli mudah untuk menghubungimu.

 

3. Responsif

Semakin cepat merespon, semakin bagus di mata konsumen via isabelabenito.com

Komunikasi amat vital dalam mendukung kelancaran berbisnis online. Konsep komunikasi bisnis online sebenarnya sama saja dengan komunikasi bisnis pada umumnya: ketika ada calon pembeli bertanya, penjual wajib menjawab.

Bedanya adalah, jika penjaga toko atau SPG menjawab pertanyaan calon pembeli secara tatap muka, pedagang online menjawab pertanyaan dengan perantaraan aplikasi perpesanan atau telepon. Agar calon pembeli merasa dilayani dengan baik, pedagang online harus sigap merespon pertanyaan atau pesanan yang diajukan calon pembeli.

 

4. Perlakukan Konsumen dengan Baik dan Ramah

Meski jauh dari pembeli, penjual barang harus tetap ramah melayani via via vocalcom.com

Calon pembeli tidak peduli seorang pedagang online sedang kewalahan melayani pesanan pelanggan atau sedang santai. Pokoknya ketika mereka bertanya, sesegera mungkin harus dapat balasan. Karena itu, wajib hukumnya bagi seorang pedagang online untuk melayani calon pembeli dengan baik dan ramah.

 

5. Bijak dalam Mengunggah Foto atau Video Produk

Alih-alih dapat banyak pesanan, bisa jadi followers-mu malah kabur karena kesal dengan aktivitas promomu via 4.bp.blogspot.com

Media sosial memang tidak membatasi foto atau video produk yang mau kamu tampilkan. Mau mengunggah 100 foto dalam satu waktu pun boleh. Cuma pikirkan lagi, bagaimana reaksi followers-mu. Jangan-jangan mereka malah merasa terganggu dengan aktivitas promosimu. Pengguna yang terganggu tidak akan segan untuk mengeklik tombol unfollow. Hilang deh satu pelanggan potensial.

 

6. Gunakan Hashtag atau Tagar dengan Efektif

Pergunakan tagar dengan wajar via hitplay.in

Keberadaan hashtag atau tagar memudahkan pembeli mencari sesuai kata yang mereka inginkan. Mengeklik tagar #sneakersmurah di suatu akun akan terhubung dengan tagar yang sama di akun lain.

Seringkali karena ingin menjangkau banyak views atau likes, ada saja pedagang online yang menuliskan banyak tagar sekaligus, bahkan yang tidak berkaitan dengan produk yang ia jual. Tagar yang tidak tepat dan terkesan ngawur itu akan membuat si pedagang terlihat maruk, demi mendapat ekspose seluas-luasnya. Jangan ditiru.

 

7. Jangan Membuat Akun Kloning untuk Mengganggu Lapak Lain

Jangan membuat akun kloning, apalagi digunakan untuk menipu. Bisa kena UU ITE! via slideshare.net

Persaingan bisnis di mana pun memang selalu penuh intrik. Kamu pasti melakukan berbagai cara agar tokomu lebih laris dibanding toko sebelah. Hal ini wajar dan lumrah.

Persaingan jadi tidak sehat ketika kamu melakukan cara-cara yang tidak terpuji. Misalnya membuat banyak-banyak akun kloningan yang kemudian kamu gunakan untuk menyerang atau menjatuhkan saingan bisnis. Daripada melakukan cara kotor seperti itu, lebih baik meningkatkan kualitas produk dan layanan bisnis online kamu sendiri, kan?

 

Meski antara penjual dan pembeli tak saling bertemu, tapi ada banyak etika berbisnis online di media sosial yang harus diperhatikan oleh wirausaha muda. Sudahkah kamu menerapkannya dalam bisnis online-mu?


 

1 Comment

  1. Cepri Hari Mulyono says: Reply

    Mantab, seperti nya jika semua wirausaha yg bergelut dengan bisnis online wajib paham ini juga.

Leave a Reply