7 Kebiasaan Kecil Ramah Lingkungan dengan Dampak Besar

Ibarat transportasi angkasa, bumi adalah pesawat ulang alik yang kita tempati bersama. Satu kerusakan yang terjadi dapat membahayakan nyawa penumpang lainnya. Karena itu kita harus menjaga agar bumi kita tercinta tidak rusak.

Untuk melakukannya, kamu tidak harus jadi pahlawan super kok. Cukup dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil ramah lingkungan berikut ini, niscaya kelestarian bumi kita tetap terjaga.

 

1. Kurangi Satu Tisu Per Hari

Tisu sudah menjadi kebutuhan pokok di banyak rumah tangga dan ruang publik. Kamu sendiri mungkin menjadikan tisu sebagai bawaan wajib di dalam tas. Namun tahu enggak bahwa kebutuhan tisu di seluruh dunia menghabiskan sekitar 27.000 pohon setiap hari?

Angkanya terdengar fantastis? Enggak juga. Coba hitung berapa lembar tisu yang kamu habiskan setiap hari untuk membersihkan meja, untuk ke toilet, mengeringkan tumpahan air, dan sebagainya.

Dengan mengurangi pemakaian satu lembar tisu per hari, kamu dapat menyelamatkan satu pohon per tahun! Bayangkan betapa besarnya dampak yang kamu hasilkan lewat melakukan hal yang kesannya sepele.

 

2. Matikan Lampu

 

Kalau kamu pernah mengontrak rumah dan harus membayar tagihan listrik tiap bulan, pasti tahu betapa mahalnya listrik. Selain menguras isi dompet, listrik juga membawa ongkos yang besar untuk lingkungan hidup. Pasalnya, banyak negara yang masih menggunakan sumber energi tidak terbarukan seperti minyak bumi atau batubara untuk menghasilkan listrik.

Dengan membiasakan diri menghemat pemakaian listrik, kamu ikut menjaga agar eksploitasi minyak bumi dan batu bara tidak semakin berlebihan. Caranya, bisa dengan mulai menggunakan lampu hanya ketika diperlukan saja. Termasuk mematikan lampu sebelum pergi dan sebelum tidur.

 

3. Gunakan Lampu Bohlam Hemat Energi

Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pemakaian listrik adalah menggunakan lampu bohlam hemat energi. Lampu seperti itu hanya menghabiskan kira 7-9 watt, sementara lampu bohlam biasa memerlukan 50-60 watt. Dari segi harga, kedua lampu tersebut harganya tidak beda jauh.

 

4. Gunakan Steker Hemat Energi

Jangan kira ketika kamu matikan semua alat elektronikmu, maka pengeluaran energi otomatis akan berhenti. Alat-alat tersebut masih akan tetap menghisap energi selama kamu belum mencabut stekernya. Tidak heran steker ini disebut juga sebagai vampir penghisap energi.

Sebagai gambaran, satu set perangkat kerja di kantor yang terdiri dari komputer, wireless router, printer, dan modem DSL jika masih tertancap ke steker tetap menghisap energi 50 watt lebih. Daya yang dihisap setara dengan empat bohlam neon kecil.

Karena itu mulailah kebiasaan kecil mencabut perangkat elektronik jika tidak digunakan. Alternatifnya adalah gunakan steker hemat energi yang dapat dihidupkan dan dimatikan.

 

5. Belanja Grosir

Perusahaan-perusahaan komersil memasarkan produknya dengan berbagai kemasan menarik. Sayangnya, hal ini punya dampak sampingan yang merusak bumi. Pada tahun 2013 tercatat ada 299 juta ton sampah plastik dihasilkan di seluruh dunia. Angka tersebut naik 4 persen dari tahun sebelumnnya.

Salah satu cara efektif untuk mengatasi hal tersebut kamu bisa mulai membiasakan belanja dalam jumlah besar. Dengan belanja dalam jumlah besar, penggunaan sampah plastikmu juga akan berkurang karena kemasan plastik yang kamu gunakan juga lebih sedikit.

Kamu juga dapat membantu mengurangi sampah plastik jika berbelanja di tempat-tempat yang menjual bahan baku tanpa kemasan. Misalnya sabun curah yang dapat dibeli per liter atau membeli di toko bahan makanan kiloan. Jangan lupa bawa wadah sendiri ya.

 

6. Matikan Keran Ketika Tidak Digunakan

Seberapa sering kamu membiarkan air di wastafel mengucur ketika sedang menyikat gigi? Coba deh mulai sekarang biasakan mematikan keran air saat menyikat gigi. Sebab, suatu riset menunjukkan bahwa mematikan keran air selama rata-rata dua menit per hari dapat menghemat 10 galon air per hari. Jika 100 orang saja melakukan penghematan ini, bayangkan berapa galon air bersih yang dapat dihemat.

 

7. Kurangi Jejak Karbon

Jejak karbon adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ketika melakukan aktivitas tertentu. Setiap aktivitas kita yang sifatnya menghabiskan energi seperti menyalakan lampu, menggunakan pendingin udara, hingga mengendarai kendaraan bermotor pasti meninggalkan jejak karbon. Semakin banyak akumulasi jejak karbon, maka pemanasan global akan semakin parah.

Dari sekian banyak aktivitas, kegiatan berkendara dengan kendaraan bermotor yang dianggap menghasilkan banya jejak karbon. Karena itu biasakan untuk berjalan, naik sepeda, atau menggunakan kendaraan umum untuk mengurangi jejak karbon.

Merawat kendaraan juga efektif untuk mengurangi jejak karbon. Ganti oli kendaraan secara berkala dengan oli berkualitas bagus. Pastikan ban berada dalam kondisi baik agar bahan bakar tidak terbuang percuma. Enggak sulit kan untuk melakukannya?

 


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply