Kelola Kelimpahan Informasi dengan Membuat Mind Map

Otak kita merupakan pemberian Tuhan yang tidak ada duanya. Di bagian tubuh inilah semua memori dan informasi disimpan dan diproses. Tapi sebrilian apa pun otakmu, ketika dihadapkan dengan informasi yang sedemikian banyak dan tidak runut pasti akan pusing juga. Kamu butuh alat bantu lain, seperti misalnya mind map.

 

Apa itu Mind Map?

Otak manusia jika mendapat kelimpahan informasi yang luar biasa banyaknya pasti akan sulit untuk diproses. Kamu perlu memindahkan informasi tersebut ke atas kertas, misalnya dengan cara mencatat atau membuat daftar.

Namun menurut suatu penelitian, jika informasi yang masuk sedemikian kompleks, mencatat atau membuat daftar tidak akan terlalu membantu. Mencatat dan mendaftar informasi hanya cocok untuk memilah informasi sederhana. Jika informasi sudah kompleks lebih tepat menggunakan mind map.

Mind map atau peta pikiran adalah teknik untuk membantu memaksimalkan cara kerja dan potensi otak manusia. Bentuknya berupa diagram yang menggambarkan hubungan antar informasi dari suatu ide utama dan berkembang menjadi beberapa cabang topik.

Menurut Tony Buzan, penemu mind map, banyak dari orang-orang cerdas dan sukses tidak menulis catatan dengan rapi. Mereka justru mencatat dan menggambar hal-hal tidak penting dalam buku catatannya. Catatan seperti itulah yang membuat mereka kreatif dan otak mereka bekerja.

 

Bagaimana Cara Membuat Mind Map?

via mastermindmaps.wordpress.com

Dalam membuat mind map, sebelumnya kamu harus sudah menentukan topik atau ide utama yang ingin digali lebih dalam. Singkirkan gawai karena yang kamu butuhkan hanya:

1. Otak (tentu saja)

2. Kertas putih. Lebih lebar, lebih baik

3. Satu set spidol atau pensil warna

4. Imajinasi

Langkah-langkah membuatnya.

1. Bentangkan kertas kosong dengan posisi lanskap. Gambar topik utama kamu tepat di tengah kertas. Misalnya kamu ingin membuka kafe, maka gambarlah kafe.

2. Buatlah subtopik berupa cabang dari ide utama dengan menggunakan spidol atau pensil warna. Bedakan setiap cabang dalam peta pikiranmu dengan warna yang berbeda. Hal tersebut dapat merangsang otak untuk jadi lebih kreatif. Contoh subtopik dari kafe misalnya makanan, minuman, modal, tema kafe, dan lain-lain.

3. Buat garis sesuka hati, tidak usah terpatok harus membuat garis yang lurus. Dengan begitu otak kamu jadi tidak bosan.

4. Tulislah satu kata kunci di dalam garis cabang yang ada untuk membuatnya lebih kuat dan fleksibel.

5. Dari satu cabang tidak dilarang untuk membuat cabang lain. Misalnya dari subtopik minuman kamu ingin memasukkan jenis minuman, harga minuman, wadah minuman. Dari cabang jenis minuman lalu kamu buat cabang lagi menjadi teh, kopi, minuman bersoda, jus, dan lain-lain.

 

Manfaat dari Memetakan Pikiran

Terlalu Banyak Hal di Pikiran Kamu? Buat Mind Mapping Saja
Mind Mapping via lingualift.com

Manfaat utama dari membuat mind map atau memetakan pikiran adalah informasi yang ada di dalam kepala kita dapat tersusun secara runut. Mind map tidak hanya penting dalam kegiatan brainstorming atau melemparkan ide, tetapi juga sewaktu membuat perencanaan, keputusan, dan pembelajaran.

Selain itu memetakan pikiran juga membantu kita melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Hal-hal yang mungkin biasanya tidak terpikirkan, sewaktu membuat mind map, bisa jadi terpikirkan. Kalau masih bingung, di atas adalah salah satu contoh mind map bisa yang bisa kamu tiru.

 

Seperti sudah disebutkan, mind map cocok untuk mengelola kelimpahan informasi. Kalau untuk kelimpahan tugas, coba pilah-pilih dengan matriks Eisenhower.

 


 

Leave a Reply