7 Serba-serbi Kartu Kredit yang Wajib Dipahami Para Smart Spender

Penggunaan kartu kredit memang amat memudahkan kita untuk berbelanja. Berbekal kartu kredit, kita dapat membeli barang apapun secara kredit, bahkan barang yang sebenarnya tidak dijual secara kredit.

Hanya saja di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, kartu kredit juga punya kewajiban tertentu yang harus ditaati penggunanya. Lalai menaati, siap-siap kamu terjebak dalam belitan hutang. Agar mampu lebih bijak dalam menggunakannya, kamu harus ketahui serba-serbi kartu kredit berikut ini.

 

1. Penentuan Pembayaran Minimum

Ketika berbelanja dengan kartu kredit, kamu tidak menggunakan uang sendiri untuk membeli barang tersebut. Pihak bank lah yang menalangi pembayarannya. Karena itu kamu berkewajiban membayar pinjaman itu di kemudian hari.

Kalaupun tidak mampu membayar pinjaman itu secara penuh, kamu boleh mencicil atau melakukan pembayaran minimum hingga pinjaman itu lunas. Jika pembayaran minimum itu pun kamu tidak bayar, maka akan ada bunga tambahan yang sebagai konsekuensi menunggak pembayaran.

Hitungan pembayaran minimum bisa menggunakan (1) metode persentase, yakni sekitar satu atau tiga persen dari jumlah rekening tabungan, atau (2) besar utang ditambah bunga dan biaya-biaya administrasi.

 

2. Visa dan Mastercard  

Indonesia punya banyak lembaga keuangan yang mengeluarkan kartu kredit. Kesamaannya, pada semua kartu kredit yang mereka keluarkan pasti kamu akan menemukan logo Visa dan atau Mastercard.

Bedakan antara visa di sini dengan yang untuk traveling ke luar negeri ya. Visa (dan Mastercard) yang tertera dalam kartu kredit merupakan perusahaan yang memproses pembayaran kartu kredit. Perbedaan keduanya tidak terlalu signifikan. Kamu lebih baik mencermati fitur yang ditawarkan bank atau lembaga keuangan yang menerbitkan kartu kreditmu.

 

3. Kontrak yang Mengikat

Sewaktu membuka kartu kredit pelajari kontrak yang diberikan dengan saksama. Ingat, penyedia kartu kredit dapat mengubah ketentuannya sewaktu-waktu. Jadi periksa kotak pesan atau surelmu untuk mendapatkan info yang akurat. Istilah dan ketentuan di bawah ini biasanya muncul dalam kontrak:

  • Batas Kredit: jumlah maksimal yang dapat kamu gunakan termasuk bunga dan biaya.
  • Tingkat Persentase Tahunan atau Annual percentage rate (APR): bunga yang ditagihkan lebih mahal untuk carried-over-balances seperti telat membayar tagihan, menarik uang tunai, transfer saldo, dan menggunakan kartu melebihi batas kredit.
  • Metode kalkulasi bunga: metode perhitungan yang biasanya didapat dari rata-rata saldo rekening harian dikalikan dengan tingkat suku bunga periodik (biasanya berdasarkan jumlah hari dalam setahun)
  • APR tetap atau tidak tetap: APR tetap memiliki tingkat bunga yang tetap sedangkan APR tidak tetap tergantung pada indeks ekonomi sehingga dapat berubah-ubah.
  • Masa Tenggang: jumlah hari (biasanya 20 sampai 30 hari) kamu harus membayar penuh tagihan sebelum bunga bertambah.
  • Biaya: biaya umum biasanya mencakup biaya tarik tunai, transfer saldo, telat membayar, penggunaan melebihi batas kredit dan kadang-kadang biaya tahunan. Hindari kartu kredit yang meminta biaya yang tidak umum seperti biaya yang dikenakan jika tidak menggunakan kartu, biaya pengelolaan akun online, atau biaya untuk mengakhiri akun.

 

4. Pelajari Hak-Hakmu

Sebagai pemegang kartu kredit, kamu perlu menyadari hak-hakmu. Salah satu hak yang harus dipenuhi oleh penyedia kartu kredit adalah menjelaskan semua istilah dalam kontrak secara detil, dengan bahasa awam.

Kamu bermasalah dengan tagihanmu? Kamu memiliki hak untuk menuntut penjelasan dan penyelesaian. Jangan sia-siakan hakmu.

 

5. Batas Kredit

Seperti sudah sedikit disinggung pada poin 3, batas kredit merupakan jumlah maksimal yang disediakan atau diberikan bank kepada pemegang kartu kredit.

Misalnya, batas kreditmu 50 juta rupiah. Itu berarti kamu bisa membeli barang yang harganya 50 juta rupiah atau berbelanja hingga 50 juta rupiah. Ketika sudah mencapai batas tersebut, kamu tidak bisa lagi menggunakan kartu kredit, sampai kamu dapat membayar utang tersebut.

Batas kredit bisa ditingkatkan atau dikurangi tergantung sejarah keuanganmu sebagai nasabah. Alat ukurnya adalah skor kredit. Kalau skor kreditmu baik, maka kamu punya peluang meningkatkan batas kredit.

 

6. Skor Kredit

Skor kredit adalah sistem yang digunakan oleh bank atau lembaga keuangan untuk menentukan layak tidaknya seseorang mendapatkan pinjaman. Di Indonesia namanya Sistem Informasi Debitur atau disingkat SID. Lewat skor kredit ini, bank atau lembaga keuangan penerbit kartu kredit dapat melihat sejarah keuanganmu sebagai nasabah atau pelaku keuangan.

Di sana akan terlihat seberapa cermat kamu dalam mengelola keuangan. Semakin baik kamu dalam mengelola utang, maka skor kreditmu akan semakin meningkat.

Hal-hal yang dapat membuatnya meningkat antara lain menggunakan kartu kredit secara teratur, tidak menunggak tagihan, dan membereskan persyaratan yang mesti dipenuhi sebelum mengambil kredit.

 

7. Kredit Tanpa Agunan dan Kredit dengan Agunan

Kartu kredit menawarkan dua jenis kredit, yaitu kredit tanpa agunan dan dengan agunan.

Kredit tanpa agunan tidak menggunakan jaminan apapun. Batas kreditnya berdasarkan tingkat penghasilan dan sejarah kredit. Hanya saja karena tidak pakai agunan, dan bisa merugikan bank kalau terjadi kredit macet, kredit tanpa agunan tidak akan meningkatkan skor kreditmu.

Sementara kredit dengan agunan, sesuai namanya, menggunakan jaminan dari tabungan. Dengan begitu bank penerbit kartu kredit tidak menderita kerugian jika ada utang atau kredit macet. Biasanya kredit jenis ini digunakan untuk membangun skor kredit yang baik.

 

Semoga setelah dapat tambahan informasi ini, kamu dapat lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit.


 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply