Seperti Ini Langkah Sederhana Membuat Business Plan

Benjamin Franklin, bapak bangsa Amerika yang juga seorang pengusaha, pernah berkata: by failing to prepare you are preparing to fail. Gagal dalam merencanakan berarti kamu sedang merencanakan kegagalan.

Setiap hal yang kurang direncanakan dengan matang hasilnya biasanya mengecewakan. Begitu pula dalam urusan bisnis. Karena itu dalam menjalankan suatu usaha akan lebih baik jika dibantu dengan adanya business plan. Dengan begitu investor yang tertarik dan juga kamu sendiri dapat memahami lebih jelas bisnis yang dikerjakan. Sumber daya pun dapat dimanfaatkan secara efektif.

Lantas bagaimana caranya membuat business plan? Secara sederhana, membuat business plan yang baik meliputi tahap-tahap berikut ini.

 

Tahap I: Evaluasi Kondisi Bisnis Saat ini

Tujuan dari tahap ini adalah memberikan gambaran yang objektif dan akurat mengenai keadaan bisnismu. Pada tahapan ini hal-hal yang perlu dievalusi bisa sampai sangat mendasar seperti nama merek atau lokasi toko. Akan lebih baik jika ada analisis tertentu atas risiko bisnis.

Penilaian Internal

Analisa Bisnis

Evaluasi keadaan bisnismu saat ini. Apakah kamu sudah memiliki lokasi bisnis? Berapa modal yang tersedia dan apakah siap untuk digunakan?

Struktur Bisnis

Setiap bisnis memerlukan struktur untuk menjalankan kegiatannya. Perjelas keadaan struktur bisnismu. Apakah bisnismu sudah berbadan hukum? Bagaimana hak dan kewajiban dari masing-masing co-founder atau mitra bisnismu?

Model Bisnis

Secara singkat, bahasan model bisnis adalah soal cara kamu memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat. Solusi tersebut dapat membawa benefit bagi masyarakat dan profit bagi dirimu.

Sebagai contoh, jika kamu ingin berjualan secara online, kamu perlu perjelas, mengapa harus toko online? Mengapa tidak membuka toko? Apakah ada alasan khusus seperti karena kamu ingin agar masyarakat seluas-luasnya dapat kamu layani dan bukan hanya yang di sekitar wilayahmu saja? Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus mampu kamu jawab dalam tahapan ini.

 

Penilaian Eksternal

Analisis Industri

Setelah punya gambaran hal-hal mendasar yang harus ada dalam bisnis, dalam penilaian eksternal ini bawa gambaran mendasar tadi ke skop yang lebih luas. Bagaimana bisnis kamu dapat berjalan ketika dilempar ke masyarakat. Pertimbangkan beberapa hal seperti kompetitor, keadaan ekonomi, hingga kemungkinan adanya pesaing baru. Ada dua alat analisis yang bisa kamu gunakan.

  • Analisis SWOT. Melalui analisis ini kamu pertimbangkan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat) bisnismu.
  • Analisis PEST. Melalui analisis ini kamu melihat segi peluang dan ancaman bisnismu secara lebih mendetail. Kamu dapat melihat dari sisi politik, ekonomi, sosial, dan teknologi.

 

 

Tahap II: Tentukan Tujuan Bisnis

Pada tahap ini kamu memikirkan bisnismu mau diapakan. Tentukan target dan arah yang ingin kamu capai. Dari data yang didapat, kamu dapat membuat:

Visi, Misi dan Strategi Bisnis

Visi dan misi mungkin terlihat remeh, tapi sangat diperlukan untuk menentukan arah bisnis. Dengan visi dan misi yang jelas, selain memudahkan eksekusi bisnis, juga dapat digunakan untuk memasarkan bisnis pada segmen konsumen yang tepat.

Target dan Tujuan

Berdasarkan analisis yang kamu lakukan pada tahap pertama, buat target dan tujuan yang dapat direalisasikan. Tentukan waktu serta target keuntungan untuk memperjelas keuntunganmu.

 

 

Tahap III: Rumuskan Cara untuk Mencapai Tujuan Bisnis Tadi

Tujuan dari tahap ini adalah kamu tahu bagaimana cara menjalankan bisnis sehingga tujuan yang dibuat pada tahap II tadi dapat tercapai. Biasanya ini melibatkan dua hal:

Membuat atau mendaftar tujuan individu yang berkaitan dengan tujuan bisnis

Individu yang dimaksud di sini bisa berarti mitra bisnis, pemodal, ataupun pegawai. Kepada pihak-pihak yang terlibat ini kamu harus menyelaraskan apa yang harus mereka kerjakan dan apa yang harus kamu kerjakan. Agar tidak cuma sekadar janji-janji atau omongan selewat, maka kamu juga harus…

Membuat rincian rencana eksekusi

Kamu bisa membuat Indikator Kerja Kunci (KPI) atau sistem pemantauan seperti skedul bisnis. Buat cara-cara yang terukur dalam melakukan kegiatan bisnismu, misalnya membuat jadwal tahunan yang dapat dipecah menjadi aktivitas bulan. Dengan begitu kamu dapat melihat perkembangan bisnis.

 

 

Tahap IV: Penyelesaian Akhir

Pada tahap ini kamu tinggal satu langkah sebelum menjalankan business plan. Hal yang perlu kamu lakukan adalah:

Rangkum dan Komunikasikan Business Plan

Rencana bisnis yang sudah dibuat akan sia-sia kalau tidak dipahami dan dipraktikkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam bisnismu. Dengan membuat rangkuman serta mengkomunikasikannya, kamu dapat memastikan semua rencana siap dijalankan.

Buat Alat Ukur Implementasi Business Plan

Kamu dapat membuatnya dalam bentuk kartu laporan, papan pedoman dan lain sebagainya. Buat yang sesuai dengan cara kerjamu maupun timmu. Jangan buat yang terlalu rumit. Nanti malah mempersulit kinerja bisnismu.

 

Semoga setelah membuat business plan sesuai tahapan-tahapan di atas, kamu tidak merencanakan kegagalan tapi menuai kesuksesan.


 

Leave a Reply