Jangan Anggap Remeh Menabung Uang Receh

Masing-masing orang tua punya cara sendiri mendidik anaknya. Meski begitu, biasanya ada saja persamaannya. Misalnya, dalam hal mengajar anaknya untuk berhemat, orang tua akan membelikan celengan yang bentuknya ayam atau babi. Uang jajan kita tidak boleh dihabiskan semuanya. Sebagian harus dimasukkan ke dalam celengan tersebut.

Pecahan uang yang masuk memang tergolong uang receh. Paling-paling hanya seratus atau lima ratus rupiah. Namun dari situ kita belajar komitmen dan disiplin dalam jangka waktu tertentu dan jumlah tertentu.

Seiring bertambahnya usia, kamu tetap tidak boleh menyepelekan uang receh. Mungkin sewaktu kamu mendapatkan uang receh dari kembalian belanjaan kamu bingung mau diapakan. Daripada bingung, lebih baik ulangi kebiasaanmu waktu kecil dulu. Ya, giatkan lagi menabung uang receh! Supaya sukses, beberapa hal ini perlu kamu camkan.

 

1. Jangan Malu

Sampai hari ini pun uang receh atau logam masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Malahan, uang ini juga ikut diperbarui desainnya seperti pecahan lain yang nominalnya lebih besar. Jadi tidak perlu malu menabung uang receh. Belajarlah menghargai uang sekecil apapun nilainya. Seperti ungkapan lama, kalau tidak ada seratus rupiah, maka seribu rupiah juga tidak akan ada.

 

2. Konsisten

Pernah mendengar tentang teori 10.000 jam? Teori yang dikemukakan oleh penulis Malcolm Gladwell itu menyebutkan bahwa hanya orang yang telah menempuh latihan hingga sepuluh ribu jam lah yang bisa mencapai kesuksesan. Kalau dirumuskan dalam satu kata: konsisten.

Perilaku konsisten ini juga berlaku dalam menabung. Ibarat pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit, jika kamu konsisten menabung uang receh setiap hari, pastilah setahun atau lima tahun kemudian uang recehmu jadi banyak. Uang receh dalam jumlah yang banyak tidak pantas dianggap recehan lagi lho.

 

Saking banyaknya, uang receh Paman Gober sampai bisa untuk direnangi

 

3. Lupakan

Tang ting tung hei jangan dihitung, tahu-tahu kita nanti dapat untung. Masih ingat syair lagu anak-anak itu? Perlakukan tepat seperti itu sewaktu kamu sedang menabung uang receh. Jangan utak-atik dan teruslah menabung sampai celenganmu penuh. Malahan, kalau perlu gantilah celengan dengan yang lebih besar jika celengan sebelumnya sudah penuh.

 

4. Sabar dan nikmati

Namanya juga menabung uang receh, dana yang terkumpul tidak akan jadi banyak dalam semalam. Karena itu banyak-banyaklah bersabar dan jangan lupa untuk menikmati segala proses yang kamu lakukan.

 

5. Jadikan motivasi diri

Ketika celengan uang recehmu isinya sudah mulai agak banyak, kamu bisa menyiapkan keinginan. Selain supaya kelak tidak bingung dalam membelanjakannya, membuat daftar keinginan seperti ini juga sah-sah saja agar semangat dalam menabung tidak kendur.

 

Banyak kisah nyata yang membuktikan bahwa menabung uang receh selain mudah dan tidak membebani, juga dapat membantu seseorang mewujudkan impiannya. Misalnya, seperti kisah seorang Bapak dari Medan. Ia membelikan ponsel untuk anaknya dari uang pecahan dua ribua yang ia kumpulkan.

Ada lagi cerita seorang pria di China yang membeli mobil seharga 1,4 miliar rupiah dengan menggunakan uang koin. Koin itu ia kumpulkan kurang lebih selama 3 bulan.

Menarik bukan? Semoga kedua kisah nyata di atas dapat memotivasi kita untuk mulai menabung uang receh. Yuk kita buktikan bahwa receh itu masih bernilai dan layak untuk ditabung.


 

Leave a Reply