8 Langkah Mengelola Emosi untuk Mendongkrak Produktivitas

Kita semua pasti pernah mengalami hari buruk. Mungkin karena kemacetan jalan begitu parah, rekan kerja yang menyebalkan, atau hal-hal lain yang sudah tidak bisa ditolerir. Pada momen seperti itu ingin rasanya marah hebat untuk meluapkan kekesalan.

Tidak apa-apa. Marah sesekali enggak salah kok. Orang paling sabar sekalipun pasti pernah marah besar dalam hidupnya. Rasa marah sesungguhnya adalah naluri alami manusia merespon bahaya atau ancaman. Marah memungkinkan manusia untuk membela diri jika diperlukan.

Hanya saja, jangan sampai marah-marah jadi kebiasaan. Marah yang terlalu sering justru merugikan. Energimu habis dan orang lain jadi terganggu. Nah, agar tidak kalah oleh rasa amarah sendiri, ada baiknya kamu belajar mengelola emosi. Caranya seperti ini:

 

1. Kenali Saat Marah Datang

Rasa marah, sama seperti emosi lain, selalu disertai dengan perubahan pada tubuh. Perubahan itu misalnya detak jantung bertambah cepat, tekanan darah naik, serta adrenalin yang terpompa kuat.

Karena itu, langkah pertama manajemen emosi yang harus kamu lakukan adalah mengenali emosimu sendiri. Pelajari tanda-tanda fisik yang menunjukkan bahwa kamu sebentar lagi akan marah. Mungkin kamu mengepalkan tangan, kepala terasa pening, atau banyak berkeringat. Jika kamu sudah menyadari maka akan lebih mudah bagimu untuk lanjut ke langkah manajemen emosi berikutnya.

 

2. Ambil Waktu Sejenak

Saat emosi memuncak, seringkali kita seketika meluapkan amarah dan tidak berpikir rasional. Jika kamu menangkap tanda-tanda amarahmu akan meledak, ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Praktikkan cara-cara relaksasi seperti mengatur napas, menghitung sampai 10, membayangkan pemandangan indah, atau berucap dalam hati kata-kata yang menenangkan seperti “tenang…tenang”.

Kalau memungkinkan, rehat sejenak untuk melakukan relaksasi lebih mendalam seperti mendengarkan musik, jalan-jalan santai, atau tidur.

 

3. Ungkapkan Perasaanmu

Seringkali amarah meledak karena kamu kurang atau tidak bisa mengeluarkan unek-unek. Semua kamu pendam sendiri. Ketika ada momen pemicu dan kamu sudah tidak tahan, akhirnya unek-unek itu meledak sebagai amarah.

Sebagai langkah mengelola emosi coba deh ungkapkan pendapat dan unek-unekmu. Kalau tidak bisa kamu sampaikan ke depan orang banyak, mungkin bisa kamu bagikan ke orang yang kamu percayai.

 

4. Salurkan Energimu

Salah satu penyebab terjadinya ketidakseimbangan emosi adalah karena energi tidak tersalurkan dengan benar. Aktivitas rutin kantoran yang biasanya dihabiskan duduk di depan komputer memang tidak memberi peluang untuk menyalurkan energi.

Karenanya, untuk mengimbangi aktivitas monoton seperti itu lakukan hal-hal aktif yang menyenangkan hati. Kamu bisa menari, naik gunung, menyanyi, atau yang lainnya. Selain mengerjakan hobi, olahraga juga merupakan sarana yang efektif untuk menyalurkan energi dan melepas stres. Jadi kalau kamu sedang kesal, coba lari keliling komplek.

 

Baca juga: 3 Meditasi Praktis dan Praktis untuk Hilangkan Stres

 

5. Mengubah Pola Pikir

Orang yang sedang marah cenderung mendramatisir perasaannya dan menggunakan kata-kata yang tidak bermanfaat seperti “kamu selalu membuat marah”, atau “rusak sudah semuanya”. Hal ini malah akan semakin memperparah emosi dan keadaan.

Ketika sedang marah usahakan tetap logis ketika menyampaikan kekesalanmu. Misalnya “saya merasa tidak nyaman ketika kamu melakukan…” Dengan berpikir logis kita akan lebih fokus pada pencarian solusi daripada memanjakan emosi yang tidak sehat. Penyelesaian masalah dan manajemen emosi akan semakin mudah.

 

6. Identifikasi Penyebab Amarahmu

Amarah seringkali meledak pada hal-hal yang tidak berhubungan dengan sumber amarah kita yang sesungguhnya. Misalnya orang tua memarahi anaknya karena ribut meski sebenarnya alasan utama mereka marah adalah karena rasa penat pada pekerjaan.

Dengan mengidentifikasi sumber amarah, kamu dapat lebih efektif mengelola emosi. Misalnya, kamu marah atas kelakuan seseorang. Kamu bisa langsung datangi orang tersebut dan bicarakan permasalahan yang menyebabkanmu marah. Dengan begitu amarahmu tidak melebar ke orang atau hal lain yang sebenarnya tidak ada kaitannya.

 

7. Tinggalkan Pikiran-pikiran yang Memicu Amarah

Hindari kebiasaan buruk mengingat-ingat atau mengungkir kejadian yang pernah membuat marah. Selain buruk bagi manajemen emosi, hal tersebut juga membuatmu jadi pribadi yang menyebalkan. Daripada mengungkit yang lalu-lalu, lebih baik cepat cari solusi atas hal yang membuatmu marah saat itu.

 

8. Cari Bantuan Profesional Jika Perlu

Ada kalanya kita sudah mencoba semua cara, tapi amarah di dalam diri tetap susah sekali untuk diredakan. Jika kamu rasa tidak bisa mengelola emosi dengan baik, tidak perlu malu untuk meminta bantuan.

Saat ini sudah banyak jasa konseling yang memberikan pelayanan konsultasi manajamen emosi. Jika kamu merasa kemahalan, bisa juga menghubungi pusat konseling nirlaba. Di sana biasanya kamu bisa mendapatkan bantuan secara cuma-cuma.

 


 

Leave a Reply