5 Tips Menghemat Pengeluaran Selagi Menyelesaikan Tesis

Melanjutkan kuliah ke strata dua (S2) bisa dibilang repot tidak repot. Selain harus piawai membagi waktu antara kerja dan kuliah, mahasiswa S2 juga harus pintar-pintar mengelola keuangan. Berbeda dengan kuliah strata satu (S1) yang biasanya mengandalkan “beasiswa abadi” dari orangtua, kuliah S2 kan biasanya pakai duit sendiri.

Fase yang biasanya menguras kantong mahasiswa S2 adalah ketika mengerjakan tesis. Supaya tesis tidak bikin kantong jadi jebol, beberapa tips ini bisa kamu coba.

 

1. Boleh saja menulis tesis di kafe, tapi batasi intensitasnya

via scoutace.tk

Banyak mahasiswa S2 yang memilih kafe untuk menjadi tempat mengerjakan tesis. Sah-sah saja dan tidak ada yang melarang kok. Selain menyediakan kopi yang bisa membuat mata tetap melek, kafe-kafe kekinian juga sudah pasti dilengkapi dengan fasilitas WiFi. Mencari bahan atau referensi tesis di internet pun jadi makin mudah.

Cuma pertimbangkan juga biaya yang harus kamu keluarkan setiap kali nongkrong mengerjakan tesis di kafe. Kalikan biayanya dengan intensitas kamu datang ke sana. Kalau angkanya cukup besar, lebih baik kamu cari cara lain supaya tidak harus mengerjakan di kafe. Beli modem portabel atau bawa kopi sendiri misalnya.

 

2. Cari tempat yang nyaman dan gratis untuk menulis tesis, seperti di perpustakaan

via satujam.com

Kampus-kampus yang bagus biasanya punya perpustakaan yang memadai untuk ditongkrongi. Jadi kenapa tidak manfaatkan fasilitas kampus tersebut? Selain untuk meminjam atau mengembalikan buku referensi, kamu juga bisa jadikan perpustakaan kampus sebagai tempat yang tenang untuk mengerjakan tesis.

Hmm, tapi bagaimana kalau perpustakaan kampusmu tidak terlalu kondusif untuk dijadikan tempat mengetik? Kamu bisa cari perpustakaan umum, entah perpustakaan yang dikelola pemerintah daerah atau lembaga tertentu.

 

3. Menabung untuk beli printer dan kertas

Pengeluaran kecil-kecil kala mengerjakan tesis yang kalau dihitung ternyata besar adalah biaya untuk mencetak draf. Hitung saja berapa kali kamu pendadaran atau bimbingan, berapa banyak halaman draf tesis yang harus kamu cetak tiap kali pendadaran, dan berapa biaya yang kamu habiskan untuk mencetaknya di rental komputer.

Demi menghemat pengeluaran, lebih baik kamu beli printer dan kertas sendiri. Di awal gajimu pasti akan tersedot banyak untuk membelinya, tapi kalau diakumulasikan secara keseluruhan pasti akan jauh lebih hemat.

 

4. Manfaatkan kertas HVS bekas yang lembar belakangnya masih layak

via spladingmfablog.org

Supaya makin hemat lagi, kamu bisa gunakan kertas HVS yang sudah tidak terpakai lagi untuk mencetak draf tesis. Misalnya lembar belakang kertas laporan kantor atau kertas makalah selagi kuliah. Tapi sebelumnya tanyakan dulu ke dosenmu, soalnya tidak semua dosen suka dengan draf tesis dari kertas bekas seperti itu.

 

5. Ketika sedang kepepet, manfaatkan WiFi kantor 

via vocaladymagazine.com

Bisa saja terjadi, bimbingan sedang semangat-semangatnya mendadak paket internet di rumah atau modem portabelmu habis. Apesnya lagi kamu sedang bokek dan enggak bisa memperpanjang paket data. Kalau kamu menghadapi situasi seperti itu, coba manfaatkan saja WiFi di kantormu.

 

Itulah tips menghemat pengeluaran selagi mengerjakan tesis. Semoga bisa membantu kamu yang sedang berjuang menyelesaikan gelar magister.


 

Leave a Reply