Mengintip Kebiasaan Keuangan 6 Miliarder Dunia

Dalam benak banyak orang, hidup bergelimang harta seperti para miliarder berarti bebas foya-foya dan hura-hura kapanpun mau. Tidak selalu seperti itu sih. Buktinya beberapa miliarder berikut ini punya kebiasaan mengelola keuangan yang relatif jauh dari perilaku hedonistis. Siapa saja mereka dan apa saja kebiasaan yang mereka terapkan? Simak sama-sama.

 

1. Warren Buffet

Setiap kali muncul daftar orang-orang terkaya sejagat, nama Warren Buffett pasti hampir selalu masuk. Pengusaha sekaligus investor dari Amerika Serikat ini terkenal bukan hanya karena jumlah kekayaannya tapi juga karena kecermatannya dan kegigihannya mengelola uang.

Salah satu prinsip yang Buffett pegang adalah membiasakan diri hidup sederhana dan tidak boros. Sebagai contoh, meski harta kekayaannya mencapai 66,1 miliar dolar atau setara dengan 870 triliun rupiah, ia tetap betah tinggal di rumahnya di Nebraska. Rumah itu ia beli tahun 1985 dengan harga US$ 31.500. Selain hidup sederhana, Buffett juga rajin menyumbangkan hartanya untuk amal. Kurang bijak apa coba kakek yang satu ini?

 

2. Bill Gates

Barangkali sampai kiamat pun kekayaan eks bos Microsoft ini tidak akan habis. Di tahun 2017 tercatat, harta Bill Gates berjumlah 84,9 miliar dolar atau setara dengan 1.147 triliun rupiah.

Toh dengan harta sebanyak itu tidak menjadikannya pria paruh baya yang doyan pesta-pesta atau gonta-ganti wanita. Bill Gates justru banyak menyumbangkan hartanya untuk amal. Ia menyalurkannya lewat yayasan Bill & Melinda Gates Foundation yang ia dirikan tahun 1994. Ia juga aktif menularkan antusiasme beramalnya ke miliarder lain lewat kampanye “The Giving Pledge.” Pesan moralnya, di setiap harta yang kita kumpulkan, ada bagian untuk orang lain di dalamnya.

 

3. Ingvar Kamprad

Perusahaan ritel furnitur asal Swedia, IKEA, punya 392 gerai di 48 negara. Walau begitu sang pendirinya, Ingvar Kamprad, justru tidak mau terlihat sebagai orang kaya. Dengan harta kekayaan senilai 1.175 triliun rupiah, Kamprad justru lebih suka naik penerbangan kelas eknonomi, membeli baju seken, atau buku bekas. Ia beranggapan tidak perlulah semua mobil mencolok, titel mengesankan, pakaian mentereng atau status lainnya.

 

4. Suze Orman

Salah satu motivator, penulis, financial advisor, dan presenter TV di Amerika, Suze Orman memiliki banyak harta dari berbagai profesi yang digelutinya. Akan tetapi, perempuan kelahiran Chicago, 5 Juni 1951 ini punya cara bijak dalam mengelola keuangan. Ia selalu meyakinkan diri untuk tidak perlu membeli barang-barang yang sebenarnya enggak penting-penting amat.

“Berhenti membeli hal-hal yang tidak perlu hanya demi membuat orang lain terkesan, meski Anda tahu sebenarnya tidak suka barang itu,” ucap Suze Orman.

 

5. Jackie Chan

Kepiawaiannya berakting selama bertahun-tahun dalam ratusan judul film membuat Jackie Chan masuk dalam jajaran artis terkaya di Asia. Kekayaannya tidak habis begitu saja, tapi ia investasikan ke sektor properti. Jackie Chan memiliki properti di berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Di Hong Kong ia punya tanah senilai 100 juta dolar Hong Kong dan jet pribadi bernilai 200 juta dolar Hong Kong.

Meski hartanya berlimpah, ia tetap mempraktikkan kebiasaan berhemat. Ia selalu memarkirkan mobilnya sendiri tanpa menggunakan jasa parkir valet. Ketika makan pun, ia lebih suka makan dim sum di rumah makan sederhana dengan meja lipat.

 

| Baca juga: Tips Menabung dan Menghemat Biaya untuk Traveling

 

6. Lee Min Ho

Yang terakhir, ada aktor dari negeri ginseng, Korea Selatan. Pria berwajah tampan ini disebut-sebut sebagai artis terkaya nomor dua di Korea Selatan, setelah aktor Kim So Hyun. Jumlah kekayaan Lee Min Hoo mencapai 444 miliar rupiah.

Di balik kehidupannya yang mewah dan barang-barangnya yang mahal, Lee Min Hoo ternyata punya cara tersendiri dalam mengelola keuangan. Pakaian-pakaian yang ia punya dan tidak ingin dipakai lagi, dilelang dalam sebuah toko online. Seperti ketika usai menamatkan proyek dramanya, The Heirs, Lee Min Hoo melelang bajunya dan hasil penjualannya diberikan ke badan amal.


 

Leave a Reply