5 Langkah Praktis Membenahi Barang-Barang ala Marie Kondo

Untuk segala sesuatu ada ahlinya, termasuk dalam menata barang. Perempuan berkebangsaan Jepang, Marie Kondo, merupakan ahli produktivitas hidup dengan pendekatan penataan barang. Bukunya yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing sudah terjual di lebih dari 30 negara. Kalau kamu sudah capek tenggelam dalam lautan barang di kamar atau rumahmu, simak contekan langkah praktis membenahi barang ala Kondo-san.

 

1. Hentikan terlalu lama berkutat dengan nostalgia

Salah satu penyebab paling lazim barang-barang milikmu menumpuk adalah karena kamu terjebak nostalgia. Dengan alasan “masih sayang” atau “barang kenang-kenangan”, kamu memilih untuk menyimpan barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan lagi.

Karena itu Marie Kondo menyarankan agar pikiran tetap fokus ketika menyortir dan berbenah. Jika kita sudah terpaku pada nostalgia yang ditimbulkan oleh suatu barang tertentu, bukan tidak mungkin kita malah terlena dengan kenangan masa lalu dan menunda-nunda untuk berbenah. Akibatnya, barang-barang tetap berantakan, dan kenangan masa lalu tetap menjadi masa lalu.

 

Relakan saja bajumu yang sudah kekecilan

 

2. Apakah barang tersebut memberikan kebahagiaan?

Salah satu tips paling ampuh yang diberikan oleh Marie Kondo ketika harus menyortir barang-barang dengan muatan emosional atau nostalgia adalah, pilih yang membuatmu merasa bahagia. Jika suatu benda hanya disimpan karena nampak cantik atau terlalu sayang untuk dibuang, sebaiknya berikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Barang-barang kenangan yang sebaiknya disimpan adalah barang-barang yang ketika kamu melihatnya akan membuatmu merasa bahagia. Misalnya karya seni yang membatmu merasa damai, atau boneka yang membantumu untuk lebih mudah tidur. Kalau kalung pemberian mantan pacar yang sering bikin kesal kalau dipakai? Sudah tahu jawabannya kan?

marie kondo
Boneka kesayangan yang bisa membantu meredakan insomniamu boleh disimpan kok

 

3. Berbenah dengan kategorisasi

Hindari berbenah dengan cara menyelesaikan kamar per kamar. Berbenah sebaiknya dilakukan dengan cara kategorisasi. Jadi daripada sibuk berbenah di satu kamar lalu berlanjut ke kamar lain, lebih baik kumpul dan serakkan semua barang. Sesudah itu baru kategorikan per item. Misalnya semua cendera mata yang kamu beli saat traveling.

Mengapa berbenah dengan kategorisasi lebih efektif? Karena dengan begitu kamu jadi dituntut menyortir dan membenahi barang secara keseluruhan, tidak terpisah-pisah.

Mulailah membenahi barang-barang yang paling sedikit memiliki muatan nostalgia. Waktumu pasti tidak akan tersita terlalu banyak untuk menyingkirkannya. Baru sesudah itu beranjak ke barang yang muatan nostalgianya lebih banyak, seperti foto atau pemberian dari seseorang. Timbang-timbang dengan cermat, singkirkan atau simpan.

 

marie kondo
Punya banyak buku yang tersebar di seluruh penjuru rumah? Ayo kumpulkan dan sortir semuanya

 

4.Tips untuk menumpuk baju

Selama ini kebanyakan dari kita pasti selalu menumpuk baju secara horisontal. Lipat baju, tumpuk, lalu selesai. Namun, seringkali tumpukan baju kita berakhir dengan berantakan ketika kita berkali-kali harus memilih dan mengambil baju dari tumpukan tersebut.

Marie Kondo punya solusinya. Daripada menumpuk secara horisontal, kamu bisa mencoba menumpuk baju-mu secara vertikal. Cari rak atau kotak yang dapat memuat baju yang sudah kamu lipat, lalu tumpuk secara vertikal. Dengan cara ini, kamu bisa mengambil bajumu dengan lebih mudah dan rapi.

 

Menumpuk baju ala metode Marie Kondo

 

5. Hargai barang-barangmu

Kalau kamu masih bersikeras menyimpan barang-barang karena sayang, coba tanyakan hal ini pada dirimu. Apakah saya benar-benar menghargai barang-barang saya jika tetap memaksakan untuk menyimpannya namun akhirnya malah rusak?

Lihat kondisi barang-barangmu yang menumpuk tak terurus. Apakah tasmu ada yang terlipat dan hampir rusak karena tidak ada tempat lagi untuk menyimpan? Apakah buku-buku-mu sudah banyak yang lapuk karena terlupakan dan tak terurus? Bukankan lebih baik jika diberikan kepada yang lebih membutuhkan? Akan lebih menyenangkan bukan, jika buku yang sudah tidak dibaca lagi karena kamu sudah punya versi e-booknya untuk diberikan kepada sepupumu yang hobi membaca?

 

Daripada ditumpuk dan jadi rusak, lebih baik serahkan kepada mereka yang lebih menghargai barang-barangmu

 

Leave a Reply