Apa itu Personal Branding dan Bagaimana Membentuknya?

Dalam dunia bisnis, memperkenalkan suatu produk agar mendapatkan kesan yang baik dan menarik untuk dibeli butuh banyak perencanaan. Para pemasar (marketer) perlu duduk bersama merancang mulai dari konsep pemasaran hingga analisis SWOT.

Konsep merancang tampilan hingga baik dilihat orang lain ini juga berlaku untuk manusia. Seseorang perlu kiat tertentu untuk “menjual dirinya” di hadapan calon klien ataupun mitra kerja. Konsep itulah yang sering disebut sebagai personal branding.

 

Apa sebenarnya personal branding itu?

Jika diurai artinya per kata, personal branding terdiri dari kata bahasa Inggris personal yang artinya pribadi dan branding yang artinya merek. Karena itu, personal branding kurang lebih artinya memasarkan pribadi atau diri pada target tertentu. Memasarkan diri di sini bukan soal berapa besar kamu dibayar, tapi lebih pada menampilkan dirimu hingga orang tahu dan sadar tentang dirimu, karaktermu, kemampuan, dan potensimu.

Sebagai contoh, kamu adalah seorang guru di sekolah. Kamu akan memosisikan diri sebagai tenaga pengajar yang seperti apa? Apakah guru yang tegas tapi selalu berhasil membimbing semua siswa punya nilai bagus? Atau guru yang doyan ngocol dan fun agar suasana belajar jadi rileks? Semua bisa dibentuk dan dilakukan sesuai dengan kepentingan.

Apakah itu artinya personal branding tidak ubahnya berakting dan memaksakan diri jadi orang lain?

Jawabnya: tidak!

Personal branding yang kamu bentuk tentu disesuaikan dengan kepribadianmu selama ini. Makanya penting untuk mengenal dirimu sendiri sebelum “menjualnya” ke pihak lain.

 

Cara Membentuk Personal Branding

1. Kenali diri

Sebelum kamu memutuskan hendak menampilkan imej tertentu, tentu kamu harus tahu karakter dan latar belakang diri sendiri. Apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan dirimu. Selanjutnya optimalkan kelebihan dan minimalkan kelemahan tersebut. Misalnya kemampuan bahasa Inggrismu bagus, tapi kamu mudah naik darah dan tersulut emosi. Maka kelola amarahmu sebaik mungkin sehingga tidak menyusahkan di kemudian hari.

 

2. Gali passion

Hal lain yang penting agar personal branding yang kamu tampilan tidak terlihat seperti akting adalah menggali passion dari dalam diri. Passion itu bisa kamu cari dari merenungkankan hal-hal apa yang membuatmu bersemangat dalam mengerjakan suatu hal.

Dari sana nantinya kamu akan bisa menentukan karakter seperti apa yang ingin kamu tampilkan pada calon klienmu. Jadi tidak perlu berpura-pura. Selain menyiksa diri, berpura-pura juga dapat meruntuhkan kepercayaan dari klien.

 

3. Manfaatkan media sosial

Beragamnya media sosial hari-hari ini bisa menjadi sarana bagimu untuk memasarkan diri. Kamu bisa menciptakan kesan bahwa kamu pribadi yang jenaka, cerdas, romantis, ataupun berapi-api dari postingan media sosialmu. Karena itu kamu harus cermat membangun citra dirimu. Sesuai dengan slogan, “kamu adalah apa yang kamu posting di media sosial.”

 

4. Perluas jaringan

Tujuan seseorang membentuk personal branding-nya tentu berbeda-beda. Misalnya untuk menambah pendapatan, membangun reputasi, ataupun ingin diterima di kalangan tertentu. Meski begitu semua hal tersebut punya satu kesamaan. Personal branding memerlukan sebanyak mungkin orang hirau.

Jika sudah banyak orang yang tahu dan kenal dengan personal branding dirimu, maka akan lebih mudah untuk membangun jejaring dengan orang baru. Dari situlah kamu bisa mulai menapak untuk mencapai tujuan utama membentuk personal branding. Oh iya, walau punya banyak kenalan atau kontak baru, jangan lupakan juga kawan lama. Merawat hubungan dengan banyak orang selain memudahkan mencapai tujuan juga memberi kebahagiaan tersendiri lho.

 

5. Membuat karya orisinal

Orang banyak enggak cuma melihat tampilan dan karakter, tapi juga hasil. Karena itu kamu perlu juga memperbanyak karya untuk memperkuat personal branding-mu. Banyak cara yang bisa kamu lakukan.

Kalau kamu hobi di bidang multimedia, mungkin kamu bisa memproduksi podcast atau vlog. Kalau kamu lebih tertarik di bidang menulis, silakan buat tulisan di blog, media online, atau media cetak. Hobi menggambar, kamu bisa membuat komik strip untuk disebarkan di media sosial atau mural di tembok kosong dekat rumah. Yang paling penting, karya yang kamu buat itu harus orisinal.

 

6. Evaluasi diri secara berkala

Penting bagi seseorang yang sudah melakukan personal branding untuk mengevaluasi dirinya. Hal ini bisa membantumu menganalisa kekurangan dirimu dan bagaimana memperbaiki serta meningkatkan kualitas personal brand-mu. Lakukan secara berkala, utamanya ketika kamu tengah mengejar atau sudah menyelesaikan targetmu.


Leave a Reply