Serba Serbi Mata Uang Indonesia: Sejarah Rupiah

Mata uang yang digunakan di Indonesia punya sejarah yang cukup panjang. Malahan jejaknya bisa dilacak hingga ke zaman kerajaan. Kerajaan-kerajaan di kepulauan nusantara waktu itu banyak terlibat aktivitas perdagangan dan disinggahi pedagang dari negeri jauh. Penggunaan mata uang tentu tidak asing lagi.

Karena itu perubahan dan perkembangan politik kekuasaan mempengaruhi perubahan dan perkembangan mata uang di Indonesia. Seperti inilah sejarah (versi super singkat) rupiah ditetapkan sebagai uang di Indonesia.

 

Masa Kerajaan

Wilayah Indonesia sebelum menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti sekarang dihuni oleh banyak kerajaan. Dua yang terbesar adalah Sriwijaya dan Majapahit.

Kalau pernah menonton film-film kolosal Indonesia yang menceritakan situasi zaman kerajaan dulu, kamu mungkin lihat seorang raja, patih, bangsawan, atau juragan kaya selalu membawa-bawa kantong kecil yang disematkan di pinggang. Isi kantong itu adalah koin emas atau perak yang mereka gunakan sebagai alat pembayaran. Jadi terbukti bahwa sejak dahulu, emas dan perak sudah punya nilai berharga dalam kehidupan ekonomi.

 

Serba Serbi Fakta Mata Uang Indonesia : Sejarah
Uang Syailendra digunakan pada masa Kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi. via Uniqpost.com

Masa Kolonialisme Belanda

Pada saat Belanda datang dan berkuasa di Indonesia, yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, mata uang yang digunakan adalah mata uang sen dan gulden. Pada tahun 1828, Pemerintah Hindia Belanda membuat De Javasche Bank yang salah satu tugasnya adalah untuk menerbitkan uang. Keterangan tersebut bisa kamu lihat pada gambar uang di bawah. Keterangan tentang De Javasche Bank ada di tulisan kecil sebelah kanan atas foto ratu Belanda.

Serba Serbi Fakta Mata Uang Indonesia : Sejarah
Mata uang gulden seharga 2,5 dengan gambar Ratu Wilhelmina di 1920 via Uang-Kuno.com

 

Masa Pemerintahan Jepang

Ketika pada tahun 1942 Jepang berkuasa di Hindia Belanda, didirikanlah bank Nanpo Kaihatsu Ginko. Tugas bank tersebut adalah mencetak dan mengedarkan mata uang baru. Meski begitu namanya tetap Gulden Hindia Belanda. Bedanya ada pada nama penerbitan yang diterakan di uang. Bukan lagi De Javasche Bank tapi De Japansche Regeering. Menjelang akhir-akhir pendudukan Jepang di Indonesia, nama mata uangnya diubah lagi menjadi Rupiah Hindia Belanda untuk menarik hati bangsa Indonesia.

 

Serba Serbi Fakta Mata Uang Indonesia: Sejarah
Mata Uang Indonesia pada Masa Penjajahan jepang via Peristiwa-id.com

 

Kemudian setelah  Jepang menyerah, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Dengan keadaan ekonomi yang belum stabil, tentara sekutu NICA (Netherlands Indies Civil Administration) datang mencoba menduduki Indonesia kembali. Mereka mengganti mata uang yang berlaku di Indonesia menjadi Gulden NICA di Indonesia Timur. Namun, keberadaan Gulden NICA dianggap tidak berlaku atau ilegal oleh pemerintahan Soekarno.

 

Masa Pemerintahan Republik Indonesia

Belanda yang membonceng tentara sekutu berupaya memerintah kembali di Indonesia. Seperti sudah disebutkan, mereka sampai mengeluarkan mata uang sendiri bernama Gulden NICA. Menghadapi  hal tersebut, pejuang dan masyarakat Indonesia mendesak pemerintah Indonesia membuat mata uang resmi Indonesia. Mata uang negara Indonesia yang pertama adalah ORI (Oeang Republik Indonesia). ORI edisi pertama terbit diedarkan pada tanggal 30 Oktober 1946. ORI ini berlaku dari tahun 1945-1949.
 

Serba Serbi Fakta Mata Uang Indonesia : Sejarah
Satu Rupiah ORI Emisi Tahun 1945

 

Lahirnya Rupiah dan Bank Sentral Republik Indonesia

Peredaran ORI tidak berlangsung lama. Pada tanggal 2 November 1949, ORI digantikan dengan rupiah. Lembaga yang mengeluarkannya masih tetap De Javasche Bank. Tapi pada tahun 1953, bank tersebut dinasionalisasi dan diubah namanya menjadi Bank Indonesia.

Asal usul nama rupiah punya tiga versi. Pertama, berasal dari bahasa Sansekerta, ru-pya, yang artinya perak. Kedua, dari nama mata uang India, rupee. Ketiga, menurut sejawaran uang Indonesia, Adi Pratomo, nama rupiah maupun rupee sebenarnya berasal dari bahasa Mongolia, rupia. Rupia berarti perak.

Rupiah mempunyai kode ISO 4217 dan kode IDR, dicetak dan diatur pengedarannya oleh Bank Indonesia. Hingga saat ini, rupiah merupakan mata uang yang sah di Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 2016, Presiden Joko Widodo telah meresmikan uang rupiah kertas dan logam Tahun Emisi 2016.

Uang Rupiah Kertas dan Logam terbaru Tahun Emisi 2016 via Detak.co

 

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply