7 Wejangan Jack Ma untuk Kualitas Entrepreneurship yang Lebih Baik

jack ma

Sebagai seorang entrepreneur, dunia bisnis seringkali membingungkan dan sangat keras. Ada kalanya, motivasi begitu rendah dan tantangan terasa begitu sulit untuk dilewati. Pada saat-saat seperti ini, seorang entrepreneur perlu tetap fokus pada impiannya. Mereka dapat belajar dari pengalaman para entrepreneur yang sudah sukses.

Misalnya dari Jack Ma. Ia merupakan entrepreneur penggagas Alibaba, perusahaan e-commerce besar dari Tiongkok. Kisah hidupnya yang inspiratif dan pembawaannya yang rendah hati membuat banyak entrepreneur muda tertarik mengikuti jejaknya. Kata-kata dari Jack Ma didengungkan di seluruh penjuru dunia dan telah membantu banyak entrepreneur untuk terus maju. Mari kita lihat wejangan Jack Ma yang dapat mengingatkan kita untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang entrepreneur.

 

1. Disiplin

“Jangan pernah menyelesaikan program yang seharusnya diselesaikan 20 tahun hanya dalam 2 tahun.”

Entrepreneur sejati harus memiliki disiplin yang tinggi dalam menempuh tiap langkah demi mencapai tujuan. Ia selalu fokus dalam melakukan upaya-upaya untuk memajukan bisnisnya, dan mengatasi hambatan maupun gangguan.

Ketika Jack Ma berusia 12 tahun, ia tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Selama delapan tahun, setiap pagi, baik hujan atau bersalju, Ma naik sepeda selama 40 menit ke sebuah hotel di West Lake Hangzhou. Ia juga menjadi pemandu gratis untuk berlatih bahasa Inggris dengan para turis.

 

2. Berpikiran terbuka

 “Kesempatan terbuka dimana terdapat keluhan (kebutuhan).”

“Orang pintar perlu orang bodoh untuk memimpin mereka. Ketika terdapat sekelompok ilmuwan, sebaiknya mereka dipimpin oleh orang bodoh, karena cara berpikirnya berbeda. Akan lebih mudah untuk menang jika kamu bersama orang-orang yang memiliki pandangan yang berbeda-beda.”

Entrepreneur menyadari bahwa setiap situasi merupakan kesempatan bisnis. Ide-ide yang dikeluarkan selalu berkisar seputar alur kerja, efisiensi, keterampilan, dan bisnis baru yang potensial. Mereka memiliki kemampuan untuk melihat segala sesuatunya, tapi tetap fokus pada tujuan.

Jack Ma tidak memiliki pengalaman dengan komputer atau coding, namun ketika ia pertama kali ke AS pada tahun 1995 ia terpesona dengan internet. Ia melakukan pencarian daring untuk kata “bir”, namun tidak menemukan hasil untuk bir cina. Saat itulah ia memutuskan untuk membuka perusahaan internet dari Tiongkok.

 

3. Inisiatif

 

Jika kita ingin mengubah dunia, kita harus mengubah diri kita sendiri…. Mengubah dunia mungkin tugas Obama saja.”

Entrepreneur tahu kalau ia menginginkan sesuatu terjadi, ia harus memulainya sendiri. Ia sendiri yang menjadi penentu parameter serta memastikan proyek berjalan sesuai jalur. Entrepreneur harus proaktif dan tidak menunggu orang lain.

Pada tahun 1995, ketika mengunjungi temannya di Seattle, Jack pertama kali melihat seperangkat kotak misterius yang kemudian ia ketahui bernama “komputer.” Temannya memintanya untuk mencoba alat tersebut. Saat itulah ia menemukan dunia web. Hal ini menginspirasinya untuk menciptakan bisnis pertamanya, China Yellow Pages, yang ia mulai dengan 7.000 yuan (sekitar 15 juta rupiah). Modal itu ia dapatkan dari tabungan pribadinya serta pinjaman dari keluarga.

 

4. Berkeinginan kuat

 “Betapapun beratnya suatu perjuangan, kamu harus selalu menggenggam impian yang kamu miliki dari awal. Impian itu akan memotivasi dan menyelamatkanmu (dari pemikiran-pemikiran yang melemahkan).”

Entrepreneur tidak akan mundur karena kekalahan. Mereka melihat kekalahan sebagai keberhasilan yang tertunda. Mereka bertekad untuk bisa sukses, sehingga mereka akan terus mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Pengusaha yang berhasil percaya bahwa semua dapat dilakukan.

Jack Ma ditolak berulang kali dari ujian masuk universitas yang dia ikuti. Setelah sekian kali berusaha, akhirnya ia berhasil lulus walaupun di universitas dengan predikat terburuk di kotanya. Setelah ia lulus, ia ditolak kerja sebanyak 30 kali. Ketika KFC masuk ke Cina, 24 orang melamar pekerjaan dan 23 orang diterima. Jack Ma adalah satu-satunya yang tidak diterima. Namun, seperti yang kita semua ketahui, Jack Ma tidak pernah berhenti berjuang dan kini ia adalah pemilik bisnis raksasa Alibaba.

 

5. Etos kerja yang baik

 “Seorang pemimpin memiliki keberanian dan kegigihan yang lebih tinggi, serta mampu bertahan lebih dari orang-orang yang dipimpinnya.”

Entrepreneur sukses seringkali adalah orang yang pertama kali tiba di kantor, dan terakhir pulang. Mereka akan datang pada hari-hari libur untuk memastikan bahwa hasil yang diharapkan terpenuhi. Pikiran mereka terus fokus pada pekerjaan, baik ketika di tempat kerja ataupun di luar tempat kerja.

Pada hari dimana Alibaba menjadi perusahaan publik, dia tidak membunyikan bel tanda pembukaan di bursa saham New York. Ia menganggap bahwa Alibaba harus fokus pada pelanggan, dan karena itu Ma justru meminta delapan pelanggan Alibaba untuk membunyikan bel.

 

6. Memiliki passion

 “Jika kamu tidak menyerah, kamu masih memiliki kesempatan. Menyerah adalah kegagalan terbesar.”

Passion atau gairah seorang entrepreneur terhadap visi bisnisnya merupakan kualitas paling penting dari seorang entrepreneur. Mereka benar-benar mencintai pekerjaan mereka. Mereka bersedia untuk meluangkan waktu lebih demi kesuksesan bisnis. Itu semata-mata dilakukan karena mereka bahagia menjalankan bisnis mereka, melampaui uang sekalipun.

Pada tahap awal Alibaba, Jack Ma mencoba untuk mengumpulkan dana di Silicon Valley, pusat teknologi di Amerika Serikat dan mendapatkan penolakan. Model bisnisnya dikritik tidak menguntungkan dan tidak berkelanjutan. Namun pada akhirnya, Ma berhasil mendapatkan investasi Goldman Sachs dan Softbank sebesar 5 juta dan 20 juta dolar.

 

7. Kreatif

“Kamu harus belajar dari kompetitormu, namun jangan pernah meniru. Jika kamu meniru, maka kamu mati.”

Salah satu segi dari kreativitas adalah kemampuan membuat hubungan antara kejadian atau situasi yang tampaknya tidak berkaitan. Entrepreneur seringkali muncul dengan solusi yang merupakan hasil sintesis dari hal-hal lain yang tidak berhubungan. Mereka dapat mengeluarkan ide untuk menggunakan suatu produk ke bidang industri lain.

Jack Ma memulai bisnis e-commerce-nya untuk menghubungkan bisnis-bisnis kecil dan menengah di Cina dengan pasar global. Sebagai kuda hitam yang akan melawan perusahaan eBay yang sudah besar, banyak yang menganggapnya sebagai orang gila.

“Saya pernah berpidato di Harvard pada tahun 2012. Setelah itu, seorang CEO dari perusahaan asing mengatakan bahwa saya adalah orang gila. Dia mengatakan bahwa dia telah lama berada di Cina dan tidak yakin bahwa cara saya bisa berhasil. Saya mengundang dia untuk mengunjungi Alibaba. Setelah tiga hari, ia mengatakan ‘Sekarang saya paham. Di sini kamu memiliki 100 orang gila seperti kamu.’”


Leave a Reply