Yuk, Mengenal Ragam Kopi Indonesia

Kopi merupakan salah satu minuman yang populer dan digemari oleh banyak orang di dunia. Sejarahnya, biji kopi berasal dari Ethiopia. Penduduk setempat mengonsumsi kopi untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Di Indonesia sendiri, kopi masuk pada zaman kolonial. Bibit kopi arabika dibawa oleh Komandan VOC, Adrian van Ommen, dari Malabar India ke Batavia.

Dahulu, kopi bisa dibilang minuman untuk orangtua, khususnya kalangan bapak-bapak atau kakek-kakek. Rasanya yang pahit pas untuk dijadikan selingan sambil ngobrol. Selain dalam bentuk minuman jadi yang biasa disajikan di kedai, kopi juga dijual dalam bentuk sasetan di warung-warung.

Dalam perkembangannya, penggemar kopi meluas. Kini bukan cuma orangtua yang gemar kopi, melainkan juga anak muda. Minum kopi jadi bentuk gaya hidup modern, ditandai dengan menjamurnya kafe atau waralaba kedai kopi semacam Starbucks. Acara rapat, nongkrong, atau sekadar internetan dilakukan di kedai kopi.

Tidak kenal, maka tidak sayang. Bagi yang suka kongko sambil ngopi-ngopi sudah saatnya lebih mengenal minuman yang kamu seruput tersebut. Banyak ragam kopi Indonesia yang kualitasnya baik, enggak kalah dengan kopi dari luar negeri.

Ragam kopi Indonesia unik dan bervariasi rasanya. Beda daerah, beda keunikan. Berikut ini adalah kopi-kopi Indonesia yang wajib dicoba:

 

1. Kopi Bajawa Flores

A post shared by Suharto Juma (@suhartojuma) on

Kopi Bajawa Flores merupakan kopi arabika yang berasal dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tanaman kopinya ditanam di perkebunan yang terletak 1300 meter di atas permukaan laut (mdpl) serta diproses tanpa bahan kimia, menciptakan kopi yang berkualitas prima.

Kopi ini punya karakter kekentalan yang sedang, tingkat keasaman sedang, dan rasa yang ringan. Aroma yang dihadirkan kopi ini ke indera penciumanmu adalah nutty dan karamel. Kopi Bajawa Flores cocok untuk perempuan atau orang awam yang ingin menjadi pencinta kopi. Kopi ini sudah diekspor ke berbagai negara seperti Taiwan, Amerika, dan Eropa.

 

2. Kopi Malabar, Jawa Barat

Kopi Malabar merupakan kopi arabika yang berasal dari daerah gunung Malabar, Bandung, Jawa Barat. Tanaman kopinya ditanam di perkebunan yang terletak 1400-1800 mdpl, bersuhu 15-21 derajat Celcius. Kopi yang juga dikenal dengan nama Java Preanger ini punya kekentalan dan keasaman sedang. Rasa coklat dan aroma lembut dapat memikat orang untuk mencicipinya. Uniknya, kamu bisa merasakan rasa rempah tumbuhan di sesapan akhir.

 

3. Kopi Wamena, Papua

 

Kopi Wamena merupakan kopi arabika yang berasal dari Kabupaten Wamena di Papua. Proses pemeliharaannya dilakukan secara organik. Karena itu kualitas kopi yang dihasilkan juga begitu baik. Kopi Wamena memiliki kekentalan yang sedang, tidak terlalu asam, dan rasa yang ringan. Kopi ini juga tidak berampas. Cocok untuk dinikmati pada pagi, siang, sore, ataupun malam hari.

 

4. Kopi Sidikalang, Sumatera Utara

Kopi Sidikalang merupakan kopi robusta berkualitas tinggi. Cirinya, kopi ini punya rasa yang kuat dengan dominan rasa pahit ketimbang rasa asam. Kopi Sidikalang ditanam di atas tanah pegunungan yang subur yang memiliki banyak mineral di ketinggian 1066 mdpl. Nama Sidikalang berasal dari nama daerah kopi ini dihasilkan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Begitu populernya kopi konon hingga mampu bersaing dengan kopi dari Brazil.

 

5. Kopi Gayo, Aceh

A post shared by Kopi_gayo (@kopigayotakengon) on

Kopi Gayo merupakan kopi arabika yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kopi ini punya tingkat keasaman sedang dan kekentalan yang pekat. After taste yang dihasilkan cukup panjang. Cocok untuk teman di kala santai. Seperti kebanyakan kebun kopi di Indonesia, kopi ini ditanam dan dipelihara tanpa menggunakan bahan kimia. Kopi Gayo ini disebut-sebut sebagai kopi organik terbaik di dunia.

 

6. Kopi Lampung

A post shared by Kopi_GONG (@kopi_gong) on

 

Kebanyakan kopi lampung berasal dari jenis robusta. Meski begitu, belakang jenis arabika juga semakin banyak ditanam. Kopi Lampung jenis arabika punya tingkat keasaman rendah dengan karakter earthy. Sementara kopi jenis robusta rasanya lebih seperti coklat dan memiliki tekstur yang lebih kasar dibanding kopi arabika. Uniknya, kopi lampung ini dibuat variasi dengan menambahkan rasa nangka, durian, anggur, moka, dan lain-lain.

 

7. Kopi Luwak

via wikimedia.org

Kopi Luwak merupakan ragam kopi Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara. Harga kopi luwak per cangkirnya terhitung mahal. Bukan hanya karena rasanya yang spesial, tapi juga karena prosesnya yang unik. Dalam memproses kopi, petani memakai bantuan hewan luwak untuk memilih biji kopi terbaik untuk dimakan. Setelah dimakan, biji kopi tersebut terfermentasikan di dalam perut luwak. Sisa hasil pencernaan luwak akan keluar dengan utuh. Sisa kotoran tersebut lah yang kemudian dibersihkan dan diproses untuk menjadi kopi.

 

Itulah beberapa ragam kopi Indonesia. Jadi nanti sewaktu ke kedai kopi, kamu sudah tahu pesan kopi apa, kan?

Leave a Reply