5 Museum Unik di Jakarta yang Patut Kamu Kunjungi

Sekarang ini mal sudah merajalela di setiap sudut Jakarta. Menghitung jumlahnya bisa bikin capek. Mengingat dari segi jumlah sudah unggul, tidak heran anak muda lebih memilih jalan-jalan ke mal ketimbang misalnya ke museum.

Agak disayangkan juga sebenarnya karena selain tidak mengarahkan ke gaya hidup konsumtif, berkunjung ke museum juga dapat menambah ilmu. Kita bisa belajar mengapreasiasi karya seni dan peninggalan sejarah. Nah, kalau kamu tertarik untuk sesekali berkunjung ke museum, ada beberapa museum unik di Jakarta yang patut kamu datangi. Museum mana saja?

 

1. Museum di Tengah Kebun

A post shared by Beatha Saskia (@beathasaskia) on

Dari namanya saja sudah cukup bikin penasaran, kan? Museum di Tengah Kebun ini terletak di tanah seluas 4.200 meter persegi dan berada di deretan rumah mewah dan kafe di daerah Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Sebelum dibuat menjadi museum, bangunan ini tadinya merupakan kediaman Syahrir Djalil. Ia merupakan tokoh pelopor periklanan modern Indonesia. Museum ini memajang benda-benda seni yang Sofyan Djalil kumpulkan dari berbagai tempat.

Selain barang-barang bersejarah dari Indonesia yang sangat bernilai tinggi, beliau juga mendapatkan barang bersejarah lainnya dari 63 negara seperti Myanmar, Tiongkok, Afrika, Italia, Rusia dan lainnya. Beberapa koleksi yang sangat menarik adalah arca Ganesha dari tahun 800-an dan satu set peti tempat minum yang pernah digunakan Napoleon Bonaparte.

Uniknya lagi, koleksi yang dipamerkan tersebar di 17 ruangan yang diatur layaknya pajangan di rumah. Ruangan-ruangan tersebut juga memiliki nama-nama yang sangat unik seperti Ruang Loro Blonyo, Dinasti Ming, Sainga Garuda dan lain sebagainya.

Museum unik di Jakarta ini pada tahun 2013 lalu terpilih sebagai Museum Terbaik di Museum Awards. Penasaran apa saja koleksi bersejarah yang ada di Museum di Tengah Kebun? Silakan datang ke Jl. Kemang Timur Raya Raya Nomor No.66, RT 07/RW03, Bangka, Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan.

 

2.Museum Pulau Onrust

A post shared by Onrust (@museum_onrust) on

Museum Onrust terletak di Pulau Onrust, salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Nama Onrust dalam bahasa Belanda berarti tidak pernah beristirahat. Pada zaman kolonial, pulau ini memang seolah tidak pernah beristirahat. Pulau ini menjadi pintu masuk dan pusat aktivitas bongkar muat kapal atau transit kapal di Batavia.

Bangunan Museum Onrust berupa rumah tua yang masih utuh. Koleksi yang dipamerkan di museum ini adalah benda-benda yang punya nilai sejarah dan konon berdaya magis seperti batu besi tahanan, batu-batuan, botol kaca, miniatur pulau Onrust, foto hitam putih pulau Onrust, serta meriam kuno.

Selain bangunan utama, di pulau ini kita juga bisa menjumpai Taman Arkeologi mengingat banyaknya reruntuhan bangunan-bangunan Belanda, benteng dan makam.

Saat ini, Pulau Onrust dapat dicapai dengan menggunakan kapal nelayan dari Pelabuhan Muara Kamal atau dari Pulau Bidadari dengan menggunakan speedboat.

 

3. Museum Layang – Layang Indonesia

Bagi yang senang main atau mempunyai kenangan akan layang-layang, di Jakarta ada museum yang menampilkan banyak koleksi layang-layang. Museum yang berbentuk seperti rumah joglo ini didirikan pada tanggal 23 Maret 2003 oleh seorang ibu yang hobi dengan layang-layang. Ibu tersebut bernama Endang Ernawati Puspoyo.

Visi dan misi dari salah satu museum unik ini adalah untuk memperkenalkan layang-layang sebagai khasanah budaya bangsa Indonesia serta menjadikan museum ini sebagai pusat budaya. Di sini kita bisa melihat kurang lebih 600 layang-layang. Koleksi tersebut ada yang berasal dari koleksi pribadi Endang Puspoyo dan ada juga sumbangan dari pencinta layang-layang dalam maupun luar negeri.

Selain melihat koleksi layang-layang, para pengunjung juga bisa menonton film dokumenter. Dijamin memori masa kecil akan dibangkitkan kelamin. Yang paling seru, para pengunjung juga berkesempatan membuat layang-layang!

Tertarik untuk berkunjung ke museum unik yang satu ini? Alamat Museum Layang-Layang Indonesia adalah Jalan H.Kamang No.38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Untuk pengunjung akan dikenakan biaya sebesar 15 ribu rupiah. Jam buka museum ini dari pagi hingga sore hari.

 

4. Museum Tekstil Jakarta

A post shared by Sondang Susan (@sondangsusan) on

Museum Tekstil Jakarta didirikan pada 28 Juni 1976. Tujuannya adalah untuk pelestarian dan penelitian tekstil Indonesia. Koleksi yang dipamerkan di museum ini mencapai 500 tekstil bermutu tinggi yang disumbangkan oleh Himpunan Pencinta Tekstil (Himpunan Wastraprema).

Museum ini menggunakan bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada awal abad ke-19. Meski menggunakan bangunan kuno, fasilitas yang museum ini tawarkan cukup bagus dan lengkap.  Misalnya saja ada gedung utama, galeri batik, pendopo batik, ruang pengenalan Wastra, kebun pewarna alam, perpustakaan, laboratorium, auditorium, kebun serat, musala, toko cendera mata, bioskop mini, dan area parkir.

Selain mendapat pengetahuan baru tentang tekstil, pengunjung juga bisa mengikuti beberapa aktivitas menyenangkan. Di Pendopo Batik misalnya, para pengunjung dapat membuat batik tulis dengan biaya 40 ribu rupiah. Batik tersebut dapat pengunjung bawa pulang.

Museum Tekstil Jakarta buka dari hari Selasa sampai Minggu. Jam buka dari 9 pagi hingga 3 sore. Lokasinya di Jalan Aipda KS Tubun No. 2-4, Jakarta Pusat. Tiket masuk untuk dewasa 5 ribu rupiah, mahasiswa 3 ribu, dan anak-anak atau pelajar 2 ribu rupiah.

 

5. Museum Harry Darsono

Harry Darsono adalah seorang perancang Indonesia yang telah melanglang buana dan hasil karyanya telah diakui oleh dunia internasional. Di museum ini beliau akan langsung menjadi pemandu selama tur berlangsung.
Di museum yang dibangun pada tahun 1996 ini selain menampilkan banyak hasil karya rancangan beliau di bidang fashion, ada juga hasil karya lainnya di bidang seni seperti lukisan, patung, kursi, sampai dengan tea set yang didesign khusus olehnya. Terdapat juga benda-benda historis dan bernilai tinggi lainnya dari manca negara seperti meja yang digunakan oleh penulis Ernest Hemingway dan mahkota Putri Diana.

Tidak hanya disuguhkan dengan koleksi museum beserta cerita perjalanan karir dari Harry Darsono yang membuat para pengunjung terkagum-kagum, para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk mengenakan busana rancangannya. Untuk kenyamanan dan keamanan, terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi untuk mengunjungi museum ini. Seperti per kunjungan peserta dibatasi antara 12-18 orang, peserta wajib datang 15 menit sebelum waktu yang sudah ditetapkan, mengenakan pakaian santai, polos dan tanpa motif, mengenakan sandal yang telah disediakan pihak museum, dan tidak boleh berkomunikasi dengan pihak luar selama kunjungan.

Lokasi dari Museum Harry Darsono adalah Jl. Cilandak Tengah No.71, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Adapun museum buka pada hari Senin-Jum’at dengan membuat perjanjian sebelumnya. Untuk masuk ke museum ini para pengunjung dapat mendonasikan Rp.185.000,- yang akan disalurkan ke yayasan yang dikelolanya.

 

Bagaimana? Kelima museum unik di Jakarta tersebut menarik untuk dikunjungi, kan? Nggak ada salahnya wisata ke museum. Selain menambah wawasan, kita juga ikut berperan melestarikan museum-museum di Indonesia.

Leave a Reply