Apa itu Couchsurfing dan Bagaimana Bisa Menghasilkan Uang?

Berwisata sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang saat ini. Orang-orang semakin merasa butuh untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan self-refreshing. Istilah kerennya, “work hard, play hard.” Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan berwisata tadi. Karena itu tidak heran jumlah wisatawan dari tahun ke tahun semakin banyak. Entah mereka yang sudah rutin ataupun yang baru memulai hobi yang mengasyikkan ini.

Berwisata tentu enggak cuma sekadar jalan-jalan seharian. Kadang ada juga yang makan waktu beberapa hari. Entah karena perjalanan yang jauh atau banyak objek wisata yang ingin dijelajahi. Keadaan itu mengharuskan wisatawan untuk bermalam dan menginap. Kebutuhan para wisatawan akan akomodasi tersebut dapat kamu manfaatkan. Kamu bisa menjadikan rumah atau kamar kosmu sebagai tempat couchsurfing.

 

Apa itu couchsurfing?

Couchsurfing adalah tempat yang disediakan secara murah atau malahan cuma-cuma kepada wisatawan yang butuh tempat singgah di dekat lokasi wisata yang mereka kunjungi. Seperti sudah disebutkan di atas, tempat tersebut berupa ruangan semacam kamar untuk tidur dan menaruh barang-barang bawaan.

Malahan, jika merujuk pada arti dari couch itu sendiri, yang berarti bangku atau dipan, tempat untuk couchsurfing bisa lebih sederhana lagi. Enggak perlu satu kamar, kamu bisa saja menyewakan sofa atau dipan milikmu. Couchsurfing memang biasanya identik dengan tempat bermalam yang harganya jauh lebih murah dibandingkan harga sewa kamar hotel.

 

Bagaimana menghasilkan uang dari couchsurfing?

Bisa dibilang hampir semua tempat atau rumah punya potensi dijadikan tempat couchsurfing. Peminatnya tidak terbatas kepada orang yang ingin jalan-jalan plesir saja. Bisa juga orang yang punya kepentingan mengadakan penelitian di suatu tempat yang berdekatan dengan lokasi rumah. Antara lain mahasiswa yang sedang mengadakan penelitian atau kru film yang sedang survei lokasi pengambilan gambar.

Jika sudah begitu, tinggal kamu pintar-pintar memanfaatkan ruangan di rumahmu yang bisa disewakan. Untuk itu, ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan.

 

1. Kenali dulu daerah rumahmu

Mengenali rumahmu adalah langkah pertama yang harus dilakukan! Tujuannya adalah agar kamu mengetahui seberapa besar potensinya untuk didatangi atau jadi tempat singgah pelancong.

  • Rumah di sekitar daerah wisata

Beruntunglah kalau rumahmu terletak di daerah wisata. Misalnya di daerah perkebunan atau pegunungan. Kemungkinan akan ada banyak orang yang datang plesir ke sana untuk menikmati pemandangan alam.

Misalnya saja rumah-rumah yang ada di dekat Gunung Bromo, Jawa Timur. Enggak semua orang yang datang ke sana berniat untuk buat tenda di dekat gunung. Bisa saja mereka hanya ingin keliling-keliling menikmati alam indah di kaki Gunung Bromo. Kesempatan ini bisa kamu manfaatkan untuk menyewakan ruangan di rumah kepada mereka.

  • Rumah di kota metropolitan

Siapa bilang rumah di tengah-tengah gedung menjulang tinggi enggak bisa jadi couchsurfing? Rumah di tengah kota besar seperti Jakarta juga potensial untuk dijadikan singgahan para pelancong yang ingin jalan-jalan di Jakarta. Justru, couchsurfing menjadi solusi di tengah ragam hotel megah yang ada di Jakarta. Dengan tarif yang lebih murah, tentu ini jadi bisa menghemat biaya akomodasi bukan?

  • Rumah di pedalaman

Sering kali yang menjadi bahan kekhawatiran pelancong, peneliti, ataupun kru film ketika menjelajahi daerah pedalaman adalah sedikitnya rumah yang bisa dijadikan tempat singgah. Kesempatan ini bisa kamu manfaatkan dengan menyewakan ruanganmu kepada mereka.

 

2. Pastikan ruangan yang hendak disewakan itu layak dan aman

Kalau kamu sudah merasa pede lokasi rumahmu dilalui para pelancong, hal yang perlu diperhatikan adalah kelayakan dari ruangan yang akan disewa. Jangan karena merasa yang disewakan adalah rumah sendiri, kamu membiarkan kondisi ruangannya berantakan seperti biasanya.

Enggak perlu merenovasi total. Pastikan saja ruangan atau kamar yang disewakan itu rapi, bersih, dan bebas dari kebocoran air hujan atau banjir. Pastikan juga cukup tersedia air bersih. Satu lagi, aspek keamanan juga harus kamu perhatikan. Hal-hal mendasar seperti itulah yang sebenarnya dicari para pelancong.

 

3. Memasang iklan dan gabung di grup couchsurfing

Kalau “produk jualanmu” sudah siap dilempar ke pasar, maka langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah promosi. Ke mana kamu harus mempromosikan tempatmu?

Untuk bergabung bersama para couchsurfer yang lain, kamu bisa bergabung di berbagai grup media sosial atau situs seperti www.couchsurfing.com. Dari situ, kamu juga bisa melihat couchsurfers lain tentang harga yang mereka pasang untuk menyewakan ruangan dan bagaimana mendeskripsikan “jualan” mereka di kolom deskripsi. Tak lupa, kamu bisa memanfaatkan akun media sosialmu.
Hmm… kira-kira sudah terbayang belum untuk menjadi couchsurfer dan menghasilkan uang? Berani mencoba?

Leave a Reply